JAKARTA (Bidikonline.com) - Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Ko...[read more] "> JAKARTA (Bidikonline.com) - Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Ko" />
Sabtu, 29 Februari 2020
Follow Us:
21:17 WIB - RSUD Menggala Deklarasi dan Sosialisasi Rumah Sakit Ramah Anak | 21:17 WIB - GPNB Gelar Rapat Perdana | 21:17 WIB - Bupati Alfedri Hampiri Lautan Manusia di MTQ ke XIX Tualang | 21:17 WIB - Sekretariat DPRD Bengkalis Rapat ke Kanwil Kemenkumham Riau | 21:17 WIB - Bupati Kampar Hadiri Pengukuhan Gelar Adat Persukuan Kampai | 21:17 WIB - Gubernur Syamsuar: Pangan Jadi PR Terbesar Riau
/ Nasional / Setnov Divonis 15 Tahun Penjara /
Setnov Divonis 15 Tahun Penjara
Rabu, 25 April 2018 - 08:30:56 WIB
JAKARTA (Bidikonline.com) - Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Novanto juga diwajibkan membayar denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.
Menurut majelis hakim, Novanto terbukti melakukan korupsi proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2013.

"Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 15 tahun," ujar ketua majelis hakim Yanto saat membacakan amar putusan.

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK, yakni 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan putusan adalah tindakan Novanto bertentangan dengan upaya pemerintah yang gencar memberantas korupsi. Selain itu, korupsi merupakan kejahatan luar biasa.

Adapun hal yang meringankan adalah terdakwa Novanto berlaku sopan selama persidangan dan sebelumnya tidak pernah dihukum.

Setya Novanto sebelumnya didakwa menerima uang 7,3 juta dollar Amerika Serikat oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Novanto disebut mengintervensi proyek pengadaan e-KTP. Novanto yang pada saat itu masih menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar disebut memengaruhi proses penganggaran, pengadaan barang dan jasa, serta proses lelang.

Intervensi itu dilakukan bersama-sama dengan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Selain itu, dalam dakwaan, Novanto disebut menerima sebuah jam tangan merek Richard Mille tipe RM 011 seharga 135.000 dollar AS.

Jam tangan yang harganya sekitar Rp 1,3 miliar itu diberikan oleh Andi Narogong dan Johannes Marliem dari perusahaan Biomorf.

Pemberian itu sebagai ucapan terima kasih karena telah meloloskan anggaran proyek e-KTP di DPR RI.(cc)


Berita Lainnya :
  • RSUD Menggala Deklarasi dan Sosialisasi Rumah Sakit Ramah Anak
  • GPNB Gelar Rapat Perdana
  • Bupati Alfedri Hampiri Lautan Manusia di MTQ ke XIX Tualang
  • Sekretariat DPRD Bengkalis Rapat ke Kanwil Kemenkumham Riau
  • Bupati Kampar Hadiri Pengukuhan Gelar Adat Persukuan Kampai
  • Gubernur Syamsuar: Pangan Jadi PR Terbesar Riau
  • Pemprov Riau Gelar Rapat Persiapan Haji dan MTQ
  • Bupati Inhu Hadiri Grand Launching IPEKA
  • Bupati Inhu Segera Bentuk BNN Kabupaten
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan