JAKARTA (Bidikonline.com) - Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Ko...[read more] "> JAKARTA (Bidikonline.com) - Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Ko" />
Kamis, 19 09 2019
Follow Us:
Kamis, 19 September 2019 - 20:27 WIB
Gubernur Riau Buka Event TdSi
Kamis, 19 September 2019 - 16:38 WIB
Bupati Kampar ; Jalinan Silaturrahmi untuk Ciptakan Persatuan Bangsa
Kamis, 19 September 2019 - 15:53 WIB
78 Majelis Hakim Ikuti Kegiatan Pemantapan dari LPTQ Bengkalis
15:53 WIB - Ayat Cahyadi Ingatkan Orang Tua Awasi Anak-anak | 15:53 WIB - Gubri Sebut Karhutla Riau Sengaja Dibakar | 15:53 WIB - Gubernur Riau Buka Event TdSi | 15:53 WIB - Bupati Kampar ; Jalinan Silaturrahmi untuk Ciptakan Persatuan Bangsa | 15:53 WIB - 78 Majelis Hakim Ikuti Kegiatan Pemantapan dari LPTQ Bengkalis | 15:53 WIB - Bengkalis Masuk Nominasi Inovasi Government Award 2019
/ Nasional / Setnov Divonis 15 Tahun Penjara /
Setnov Divonis 15 Tahun Penjara
Rabu, 25 April 2018 - 08:30:56 WIB
JAKARTA (Bidikonline.com) - Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Novanto juga diwajibkan membayar denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.
Menurut majelis hakim, Novanto terbukti melakukan korupsi proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2013.

"Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 15 tahun," ujar ketua majelis hakim Yanto saat membacakan amar putusan.

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK, yakni 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan putusan adalah tindakan Novanto bertentangan dengan upaya pemerintah yang gencar memberantas korupsi. Selain itu, korupsi merupakan kejahatan luar biasa.

Adapun hal yang meringankan adalah terdakwa Novanto berlaku sopan selama persidangan dan sebelumnya tidak pernah dihukum.

Setya Novanto sebelumnya didakwa menerima uang 7,3 juta dollar Amerika Serikat oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Novanto disebut mengintervensi proyek pengadaan e-KTP. Novanto yang pada saat itu masih menjabat Ketua Fraksi Partai Golkar disebut memengaruhi proses penganggaran, pengadaan barang dan jasa, serta proses lelang.

Intervensi itu dilakukan bersama-sama dengan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Selain itu, dalam dakwaan, Novanto disebut menerima sebuah jam tangan merek Richard Mille tipe RM 011 seharga 135.000 dollar AS.

Jam tangan yang harganya sekitar Rp 1,3 miliar itu diberikan oleh Andi Narogong dan Johannes Marliem dari perusahaan Biomorf.

Pemberian itu sebagai ucapan terima kasih karena telah meloloskan anggaran proyek e-KTP di DPR RI.(cc)


Berita Lainnya :
  • Ayat Cahyadi Ingatkan Orang Tua Awasi Anak-anak
  • Gubri Sebut Karhutla Riau Sengaja Dibakar
  • Gubernur Riau Buka Event TdSi
  • Bupati Kampar ; Jalinan Silaturrahmi untuk Ciptakan Persatuan Bangsa
  • 78 Majelis Hakim Ikuti Kegiatan Pemantapan dari LPTQ Bengkalis
  • Bengkalis Masuk Nominasi Inovasi Government Award 2019
  • Bayi Bermata Satu dan Tanpa Hidung Lahir di Siak
  • Zulaikhah Wardan Resmikan PAUD Bunda Kasih Ibu
  • Bupati Wardan Resmikan Rumah Tahfidz Al-falah
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan