Jakarta - PDI Perjuangan mengutuk keras perusakan baliho Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat di Riau. Sekje...[read more] "> Jakarta - PDI Perjuangan mengutuk keras perusakan baliho Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat di Riau. Sekje" />
Minggu, 21 Juli 2019
Follow Us:
20:53 WIB - Kegiatan Kapolres Nisel, Salurkan Tali Asih pada Anak-anak Yatim Piatu | 20:53 WIB - Tim PODSI Kampar Melaju ke Final KIDBF 2019 | 20:53 WIB - 5 JCH Asal Rokan Hulu Batal Berangkat Haji | 20:53 WIB - Pemprov Riau Diminta Segera Serahterimakan Gedung Mapolda | 20:53 WIB - Disdik Pekanbaru akan Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah Enam Bulan Sekali | 20:53 WIB - Gubri Apresiasi Pembangunan Universitas Anak Yatim dan Dhuafa
/ Politik / PDIP: Tidak Ada Kader Kami yang Lakukan /
Perusakan Baliho SBY
PDIP: Tidak Ada Kader Kami yang Lakukan
Minggu, 16 Desember 2018 - 06:27:04 WIB
Jakarta - PDI Perjuangan mengutuk keras perusakan baliho Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Partai Demokrat di Riau. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memastikan tidak ada kadernya yang terlibat perusakan tersebut.

"Selaku sekjen, saya menjalankan perintah Ketua Umum untuk menjaga disiplin anggota dan kader Partai. Kami ini Partai yang berdisiplin. Jadi kami pastikan tidak ada anggota kami yang punya perilaku seperti itu, karena sanksinya sangat tegas dan berat, pemecatan," kata Hasto melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (16/12/2018).

Hasto lalu menceritakan peristiwa penyerangan kantor PDIP pada 27 Juli 1996 lalu. Hasto mengungkapkan, saat itu partainya tidak mendramatisir penyerangan dan tidak serta menuduh SBY.

"Kami menempuh jalur hukum dan yang kami tuduh adalah pemerintahan yang antidemokrasi-otoriter, meskipun saat itu Pak SBY mungkin mengetahui hal ikhwal serangan itu," ujar Hasto.

Hasto mengatakan PDIP mengutuk keras berbagai provokasi yang menganggu jalannya tahapan Pemilu 2019, termasuk yang dilakukan dengan cara-cara kotor dengan merusak atribut kampanye Parpol lain.

"PDI Perjuangan tidak pernah main sembunyi-sembunyi. Kami selalu di ruang terbuka. Tidak ada untungnya bagi kami merusak atribut partai lain. Apalagi Demokrat. Sebab kami tidak punya ilmu merusak," tuturnya.

"Secara survey, terbukti tidak ada irisan pemilih antara Demokrat dan PDI Perjuangan. Sebab jika elektoral Demokrat turun, larinya ke Gerindra, bukan ke PDI Perjuangan," imbuhnya.

PDIP dikatakan Hasto meminta penegak hukum untuk mengusut dengan tuntas perusakan baliho SBY dan Demokrat. Hasto juga meminta kadernya untuk semakin waspada terhadap berbagai upaya adu domba.

"Apalagi kejadiannya di Riau. Kami tidak sekuat di daerah lain. Ketika bus kampanye Demokrat yang eksklusif, lux dan mahal melintas di wilayah yang menjadi basis PDI Perjuangan pun semua aman-aman saja. Apalagi di Riau. Jadi mari perangi bersama, para penyusup yang mencoba mengadu domba Partai tersebut," tuturnya.***)


Berita Lainnya :
  • Kegiatan Kapolres Nisel, Salurkan Tali Asih pada Anak-anak Yatim Piatu
  • Tim PODSI Kampar Melaju ke Final KIDBF 2019
  • 5 JCH Asal Rokan Hulu Batal Berangkat Haji
  • Pemprov Riau Diminta Segera Serahterimakan Gedung Mapolda
  • Disdik Pekanbaru akan Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah Enam Bulan Sekali
  • Gubri Apresiasi Pembangunan Universitas Anak Yatim dan Dhuafa
  • Bupati Berharap Kabupaten Bengkalis Selalu Diberi Keberkahan
  • Masyarakat Bengkalis Memadati Tabligh Akbar Hari Jadi ke-507
  • Inilah Rumusan Hari Jadi Bengkalis Negeri Junjungan
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan