Ahmad Dhani dinyatakan bersalah melakukan ujaran kebencian lewat cuitan di akun Twitter. Ahmad Dhani divonis hukuman 1,5 tahun penjara. Ahmad Dhani dinyatakan bersalah melakukan ujaran kebencian lewat cuitan di akun Twitter. Ahmad Dhani divonis hukuman 1,5 tahun penjara.
Senin, 17 Februari 2020
Follow Us:
13:53 WIB - Ketua Panitia H Maskur : Muscab V SPS Riau direncanakan 16 April 2020 di Pekanbaru | 13:53 WIB - Pemkab Meranti Serahkan Laporan LKPD Tahun 2019 Ke BPK RI | 13:53 WIB - Korban Meninggal akibat Virus Corona Tembus 1.770 Orang | 13:53 WIB - Sudah Sepekan Berkantor di Area MPP, Disdukcapil Banyak Dikunjungi | 13:53 WIB - Wawako Pekanbaru Ajak IPHI Ikut Sukseskan Program Pembangunan | 13:53 WIB - Wali Kota Sampaikan Strategi Penyiapan Generasi Unggul
/ Hukum / Ahmad Dhani Divonis 1,5 Tahun Penjara /
Gara-gara Tulis 3 Kalimat Ini di Twitter
Ahmad Dhani Divonis 1,5 Tahun Penjara
Senin, 28 Januari 2019 - 17:07:48 WIB
BIDIKONLINE.COM - Ahmad Dhani dinyatakan bersalah melakukan ujaran kebencian lewat cuitan di akun Twitter. Ahmad Dhani divonis hukuman 1,5 tahun penjara.

"Menyatakan terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana," ujar hakim ketua Ratmoho membacakan amar putusan dalam sidang vonis Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

Ahmad Dhani terbukti melakukan ujaran kebencian dengan 3 cuitan di akun Twitter Ahmad Dhani, @AHMADDHANIPRAST. Cuitan ini diunggah admin Twitter Ahmad Dhani, Bimo.

"Perbuatan menyebar informasi oleh saksi Bimo atas suruhan terdakwa," ucap hakim dikutip Detik.com.

Cuitan pertama berbunyi, "Yang menistakan agama si Ahok...yang diadili KH Ma'ruf Amin". Cuitan kedua berbunyi, "Siapa saja dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya-ADP". Cuitan ketiga berbunyi, "Kalimat sila pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur...kalian WARAS??? - ADP". Ahmad Dhani sebelumnya dituntut 2 tahun penjara oleh jaksa.

Ahmad Dhani terbukti melakukan tindak pidana yang diatur ancaman hukuman pidana pada Pasal 45A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). (rs)


Berita Lainnya :
  • Ketua Panitia H Maskur : Muscab V SPS Riau direncanakan 16 April 2020 di Pekanbaru
  • Pemkab Meranti Serahkan Laporan LKPD Tahun 2019 Ke BPK RI
  • Korban Meninggal akibat Virus Corona Tembus 1.770 Orang
  • Sudah Sepekan Berkantor di Area MPP, Disdukcapil Banyak Dikunjungi
  • Wawako Pekanbaru Ajak IPHI Ikut Sukseskan Program Pembangunan
  • Wali Kota Sampaikan Strategi Penyiapan Generasi Unggul
  • Pos Jaga Kantor Satpol PP Dua Kali Dimolotov
  • 4 Poin Penting Terkait Penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Bengkalis
  • Bupati Siak Resmi Membuka MTQ Kecamatan Siak ke-20
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan