Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Gala Dinner Peringatan 50 Tahun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Senin (11/2),...[read more] "> Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Gala Dinner Peringatan 50 Tahun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Senin (11/2)," />
Minggu, 26 Mei 2019
Follow Us:
17:21 WIB - Kejari Surati Inspektorat Pekanbaru | 17:21 WIB - Bupati Harapkan Program Listrik Desa di Inhil Dapat Digesa | 17:21 WIB - Pemilik Warung yang Dijarah Bertemu Presiden Jokowi | 17:21 WIB - Gunung Agung Erupsi Disertai Suara Gemuruh dan Lontaran Batu Pijar | 17:21 WIB - Pemprov Riau Perbaiki Jalan Rusak di Rohul | 17:21 WIB - Muhammadiyah Kuansing Imbau Masyarakat Jaga Kondusifitas Daerah
/ Nasional / Presiden Yakin Pariwisata Berpeluang Jadi Penyumbang Devisa Terbesar /
Presiden Yakin Pariwisata Berpeluang Jadi Penyumbang Devisa Terbesar
Selasa, 12 Februari 2019 - 21:02:02 WIB
Bidikonline.com - Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Gala Dinner Peringatan 50 Tahun Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Senin (11/2), sempat memuji soal perkembangan pariwisata Indonesia. Presiden menilai saat ini industri pariwisata memiliki potensi menjadi penyumbang devisa terbesar untuk negara.

Apalagi untuk menunjang industri pariwisata nasional, selama ini Presiden Joko Widodo memang mengedepankan pembangunan infrastruktur secara merata di seluruh Tanah Air. Presiden mengatakan, peluang dan industri pariwisata nasional yang bertumbuh tinggi merupakan momentum yang harus dimanfaatkan dengan baik.

"Kita ini masuk 6 besar negara terindah di dunia. Kita juga masuk 10 besar negara yang wajib dikunjungi. Ini juga sebuah _brand_ yang kita punyai. _Brand_ yang ini tinggal kita garap agar pariwisata ini betul-betul bisa memberikan devisa yang paling banyak," kata Presiden di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.

Terkait pembangunan infrastruktur, Kepala Negara mengakui bahwa manfaat dari pembangunan tersebut salah satunya dapat dirasakan sektor pariwisata. Pembangunan diarahkan agar suatu daerah memiliki kesiapan untuk mengembangkan pariwisatanya sendiri.

"Saya setiap menginap di hotel-hotel di daerah-daerah pada 2014-2015, yang masuk ke kuping saya paling banyak adalah listrik yang _byarpet_. Bahkan ada hotel di Sumatra setengah hari hidup setengah hari mati. Bagaimana bisa berkembang hotel itu?" ucap Presiden Jokowi.

Infrastruktur berupa pembangkit listrik, jalan tol, bandara, pelabuhan, dan fasilitas lainnya terus dibangun untuk mengatasi masalah-masalah tersebut sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia.

"Ini perlu terus ditindaklanjuti secara paralel dengan menyiapkan infrastruktur dan memperbaiki kawasan wisata sehingga kami ingin mendapatkan masukan sebanyak-banyaknya," jelas Presiden.

Meski demikian, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya ditujukan bagi pengembangan pariwisata Tanah Air semata. Kepala Negara menegaskan, di dalam pembangunan yang merata di seluruh pelosok Nusantara, terdapat tujuan lain yang lebih besar bagi kepentingan negara dan rakyatnya.

"Bagaimana kita yang di sini bisa menikmati jalan yang bagus entah di Sumatra, Jawa, atau pulau besar lain tapi saudara kita di Papua jalannya seperti ini (rusak)?" tanya Presiden.

"Inilah yang sering saya sampaikan di mana-mana, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," imbuhnya.

Mulai pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, pembangunan infrastruktur mulai intensif menyentuh daerah-daerah lain di luar Pulau Jawa. Hal tersebut dimaksudkan sebagai salah satu perwujudan sila kelima dari Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada kesempatan ini, Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani memberikan penghargaan kepada Presiden Joko Widodo. Penghargaan itu berupa gelar Bapak Pariwisata Nasional.

"Bapak Pariwisata Nasional diberikan karena inisiatif Bapak Presiden dalam mengembangkan pariwisata sejak jadi Wali Kota di Solo, menyejahterakan secara langsung masyarakat yang terlibat di pariwisata," tutur Hariyadi Sukamdani.

Turut mendampingi Presiden dalam acara ini antara lain, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.




Berita Lainnya :
  • Kejari Surati Inspektorat Pekanbaru
  • Bupati Harapkan Program Listrik Desa di Inhil Dapat Digesa
  • Pemilik Warung yang Dijarah Bertemu Presiden Jokowi
  • Gunung Agung Erupsi Disertai Suara Gemuruh dan Lontaran Batu Pijar
  • Pemprov Riau Perbaiki Jalan Rusak di Rohul
  • Muhammadiyah Kuansing Imbau Masyarakat Jaga Kondusifitas Daerah
  • Bupati Bengkalis Ingatkan Perusahaan Segera Bayarkan THR
  • Wako Lantik Kelompok Kerja Kampung KB Kota Dumai
  • THR ASN Pemko Pekanbaru Cair
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan