Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) terus dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan ...[read more] "> Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) terus dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan " />
Minggu, 25 08 2019
Follow Us:
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 11:32 WIB
Polres Kampar Ringkus 3 Pengedar Pil Ekstasi di Pekanbaru
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 11:30 WIB
Perserosi Rohil Tak Pancang Target Muluk
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 11:28 WIB
Pacu Jalur Kuansing Pecahkan Dua Rekor MURI
11:28 WIB - Akibat Banjir, Jembatan Idanolawa Mazino Terancam Putus | 11:28 WIB - Kebakaran Lahan Meluas, Muncul 192 Titik Api di Riau | 11:28 WIB - Polres Kampar Ringkus 3 Pengedar Pil Ekstasi di Pekanbaru | 11:28 WIB - Perserosi Rohil Tak Pancang Target Muluk | 11:28 WIB - Pacu Jalur Kuansing Pecahkan Dua Rekor MURI | 11:28 WIB - Pemkab Meranti Minta Rekomendasi Pemekaran Dua Desa
/ Riau / Sudah 5 Ton Garam Ditabur di Langit Riau untuk Atasi Karhutla /
Sudah 5 Ton Garam Ditabur di Langit Riau untuk Atasi Karhutla
Senin, 04 Maret 2019 - 23:10:45 WIB

PEKANBARU (Bidikonline.com) - Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) terus dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di provinsi Riau.

Bahkan saat ini sudah 5 ton garam yang disemai di langit Riau, tepatnya di Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Hammam Riza, kepada CAKAPLAH.com, di Posko Penanggulangan Bencana Karhutla Riau Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin (4/3/2019).

"Sampai saat ini total garam yang sudah disemai sudah 5 ton di Bengkalis dan Dumai. Kita punya waktu sampai menghilangkan hotspot yang muncul," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam sekali angkut atau satu sortie ada 800 kilogram (Kg) garam untuk kawasan 10x10 kilometer.

"Jadi garam itu kita semai di atas awan supaya awan yang ada itu segera hujan, dan bisa membasahi wilayah gambut yang terbakar. Kemudian dilengkapi dengan sistem sensor Tinggi Muka Air (TMA)," terangnya.

Atas modifikasi cuaca tersebut, lanjut Hammam Riza, dari 263 titik hotspot yang diamati dari Satelit Terra Aqua sekarang tinggal dua titik.

"Kita harapkan bisa kita atasi dengan penyemaian satu sortie lagi dalam bulan ini. Jadi sekarang ini operasinya Februari-Maret yang akan kita laksanakan dan terus menerus kita lakukan," paparnya.

Karena itu, pihaknya terus mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan teknologi untuk mengatasi kebakaran lahan di Riau.

"Jadi SDM dan teknologi kita siapkan, sehingga ini cukup bagus untuk ketahanan kita mengatasi Karhutla di Riau," cakapnya.

Disinggung soal persediaan garam, Hammam Riza menyatakan sekarang total garam yang ready di pusat ada 17 ton. Dan garam siap dikirim ke Riau jika diperlukan.

"Garam akan kita kirim ke Riau. Berapa yang akan dikirim tergantung situasi dan kondisi, bila diperlukan langsung kita semai," pungkasnya.(rlc)


Berita Lainnya :
  • Akibat Banjir, Jembatan Idanolawa Mazino Terancam Putus
  • Kebakaran Lahan Meluas, Muncul 192 Titik Api di Riau
  • Polres Kampar Ringkus 3 Pengedar Pil Ekstasi di Pekanbaru
  • Perserosi Rohil Tak Pancang Target Muluk
  • Pacu Jalur Kuansing Pecahkan Dua Rekor MURI
  • Pemkab Meranti Minta Rekomendasi Pemekaran Dua Desa
  • Sekda Ajak ASN, TNI dan Polri Pertebal Rasa Keimanan
  • Ketua PN Bengkalis Lantik Panitera
  • Gubernur Riau Buka Rakerda LPTQ Tingkat Provinsi Riau Tahun 2019
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan