Ada satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau yang membayar zakat hanya terkumpul Rp1 juta saja.
...[read more] "> Ada satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau yang membayar zakat hanya terkumpul Rp1 juta saja.
" />
Minggu, 25 08 2019
Follow Us:
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 11:32 WIB
Polres Kampar Ringkus 3 Pengedar Pil Ekstasi di Pekanbaru
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 11:30 WIB
Perserosi Rohil Tak Pancang Target Muluk
Sabtu, 24 Agustus 2019 - 11:28 WIB
Pacu Jalur Kuansing Pecahkan Dua Rekor MURI
11:28 WIB - Akibat Banjir, Jembatan Idanolawa Mazino Terancam Putus | 11:28 WIB - Kebakaran Lahan Meluas, Muncul 192 Titik Api di Riau | 11:28 WIB - Polres Kampar Ringkus 3 Pengedar Pil Ekstasi di Pekanbaru | 11:28 WIB - Perserosi Rohil Tak Pancang Target Muluk | 11:28 WIB - Pacu Jalur Kuansing Pecahkan Dua Rekor MURI | 11:28 WIB - Pemkab Meranti Minta Rekomendasi Pemekaran Dua Desa
/ Riau / Gubri Syamsuar Sindir OPD Malas Bayar Zakat, 'Bikin Malu' /
Gubri Syamsuar Sindir OPD Malas Bayar Zakat, 'Bikin Malu'
Sabtu, 09 Maret 2019 - 22:56:22 WIB

PEKANBARU (Bidikonline.com) - Ada satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau yang membayar zakat hanya terkumpul Rp1 juta saja.

OPD ini mestinya malu. Karena dengan satu Kantor Camat di Siak saja, masih kecil angka satu juta yang dikumpulkan dari instansi pemerintah berlabel Provinsi Riau tersebut.

"Ada satu dinas zakat dari kantornya hanya Rp1 juta. Ini lawan kantor camat di Siak malu. Di kantor sekolah saja tidak ada yang menyetor zakat Rp1 juta. Begitu lah lemahnya kesadaran membayar zakat," sindir Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, pada acara sosialisasi zakat kepada Aparatur Sipil Negara, ASN di lingkungan Pemprov Riau, di Masjid Raya An-Nur Riau, Jumat (8/3/19).

Bahkan menurut Gubri, untuk satu sekolah di Siak, kabupaten yang pernah dipimpinnya selama dua periode tidak pernah menyetorkan uang zakatnya sebesar Rp1 juta itu.
Orang nomor satu di Riau ini pun menyebut, persoalannya tidak lain karena lemahnya kesadaran kewajiban membayar zakat.

"Kita patut malu, karena membayar zakat ini kewajiban. Tidak ada namanya orang membayar zakat menjadi berkurang hartanya, menjadi miskin hidupnya," ungkap Syamsuar lagi.

Lebih lanjut, Syamsuar juga membeberkan dari 40 OPD di lingkungan Pemprov Riau hanya 21 OPD yang mengumpulkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Kondisi ini pun lagi-lagi membuat keprihatinan Syamsuar.

Diharapkan, ke depan melalui sosialisasi zakat kepada ASN ini, kesadaran para abdi negara ini pun dapat meningkat, tapi juga bukan karena paksaan. Kalau pun ternyata ada merasa keberatan, dipersilahkan menyampaikan alasan logisnya. (rsc)


Berita Lainnya :
  • Akibat Banjir, Jembatan Idanolawa Mazino Terancam Putus
  • Kebakaran Lahan Meluas, Muncul 192 Titik Api di Riau
  • Polres Kampar Ringkus 3 Pengedar Pil Ekstasi di Pekanbaru
  • Perserosi Rohil Tak Pancang Target Muluk
  • Pacu Jalur Kuansing Pecahkan Dua Rekor MURI
  • Pemkab Meranti Minta Rekomendasi Pemekaran Dua Desa
  • Sekda Ajak ASN, TNI dan Polri Pertebal Rasa Keimanan
  • Ketua PN Bengkalis Lantik Panitera
  • Gubernur Riau Buka Rakerda LPTQ Tingkat Provinsi Riau Tahun 2019
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan