Beragam komoditas pertanian di Riau, Senin (11/03/19) dilepas ekspor oleh Karantina Pertanian Riau. Sejumlah komoditas ini diekspor menuj...[read more] "> Beragam komoditas pertanian di Riau, Senin (11/03/19) dilepas ekspor oleh Karantina Pertanian Riau. Sejumlah komoditas ini diekspor menuj" />
Selasa, 21 Mei 2019
Follow Us:
Selasa, 21 Mei 2019 - 14:02 WIB
Prabowo Tolak Hasil Pilpres 2019
Selasa, 21 Mei 2019 - 13:59 WIB
Langgar SOP, Polisi Periksa Dua Sipir Rutan Siak
Selasa, 21 Mei 2019 - 13:31 WIB
Infografis Peta Kemenangan Jokowi di Pilpres 2019
13:31 WIB - Wawako Safari Zuhur di Masjid Al Barokah Tuah Negeri | 13:31 WIB - Jokowi: Terima Kasih atas Kepercayaan Rakyat | 13:31 WIB - Prabowo Tolak Hasil Pilpres 2019 | 13:31 WIB - Langgar SOP, Polisi Periksa Dua Sipir Rutan Siak | 13:31 WIB - Infografis Peta Kemenangan Jokowi di Pilpres 2019 | 13:31 WIB - Kepala Daerah se-Riau Teken Komitmen Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik
/ Riau / 107 Ribu Ton Komoditas Pertanian Riau Dilepas Ekspor Karantina Pertanian Riau /
107 Ribu Ton Komoditas Pertanian Riau Dilepas Ekspor Karantina Pertanian Riau
Senin, 11 Maret 2019 - 20:34:56 WIB
PEKANBARU (Bidikonline.com)  - Beragam komoditas pertanian di Riau, Senin (11/03/19) dilepas ekspor oleh Karantina Pertanian Riau. Sejumlah komoditas ini diekspor menuju beberapa negara seperti Jepang, China, Thailand, Korea Selatan, Brazil, Ukraina dan sebagainya.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian, Ali Jamil menjelaskan gelaran pelepasan ekspor ini merupakan bentuk dukungannya terhadap para petani di Riau. Ini juga bukti potensi hasil pertanian Riau yang sangat besar. " Kita gencarkan mendorong ekspor komoditas pertanian, untuk mendorong neraca perdagangan dengan ekspor non migas. Dan hal ini sesuai dengan instruksi Presiden," ujarnya.

Menurutnya, komoditas kelapa sawit beserta turunannya asal Provinsi Riau tidak diragukan lagi kualitasnya. Permintaan terhadap komoditas ini telah mendunia. Berdasarkan data yang dilansir dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian, Provinsi Riau merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan luas mencapa 2,430,51 ha dan produksi mencapai rata-rata 8.605,65 ribu ton.

Sementara, Kepala Karantina Pertanian Riau, Rina Delfi merinci beragam komoditas yang dilepas ekpor tersebut berupa cangkang sawit (Palm Kernel Shell) milik PT. JPJ berjumlah 31.200 <31200> ton dengan nilai Rp29 miliar, bungkil sawit (Palm Kernel Expeller) milik PT. IMT berjumlah 14.000 <14000> ton dengan nilai Rp20 miliar dan RBD (Refined Bleached Deodorized) Palm Kernel Oil milik PT.WNI berjumlah 11.500 <11500> ton dengan nilai setara Rp205 miliar dengan negara tujuan Jepang, China, Thailand, Korea Selatan, Brazil dan Ukraina.

Sementara melalui Wilayah Kerja Dumai, Rina menyampaikan data ekspor turunan kelapa sawit yakni Palm Kernel Meal Expeller sebanyak 7 ribu ton dengan nilai Rp 11,7 miliar. RBD palm oil sebanyak 7 ribu ton setara dengan Rp 68,5 miliar. RBD palm olein sebanyak 14,7 ribu ton setara Rp 148 miliar. RBD palm stearin sebanyak 8 ribu ton setara dengan 91,4 miliar. Palm fatty acid distillate sebanyak 1.200 ton setara 6,8 milyar dan hammermilled palm kernel meal sebanyak 11,2 ribu ton setara dengan Rp 17 miliar. Dengan negara tujuan yaitu Korea Selatan, Haiti, Turki, China dan New Zealand.

"Total ekspor produk pertanian yang telah dilakukan tindakan pemeriksaan dan pengawasan Karantina Pertanian Riau adalah sebesar 107 ribu ton atau senilai Rp 627 miliar," terangnya.

Selain itu, ada juga nenas sirup di wilayah kerja Sungai Guntung sebanyak 41 ton setara dengan Rp341 juta tujuan Amerika Serikat dan Cina. Ekspor kelapa bulat di wilayah kerja Sungai Guntung, Tembilahan dan Selatpanjang dengan total 2,3 ton setara dengan Rp 4,5 miliar tujuan Malaysia. Kelapa parut sebanyak 298 ton setara dengan Rp2,9 miliar, santan kelapa 838 ton setara dengan Rp 20 miliar tujuan Malaysia, China, Mesir, Amerika Serikat dan Eropa.

Kemudian kayu karet olahan milik PT. RW sebanyak 75 ribu m3 setara dengan Rp 423 juta tujuan Vietnam.

Berdasarkan data lalulintas produk pertanian di Karantina Pertanian Riau, di tahun 2018, jumlah ekspor kelapa bulat dan turunan mencapai 450 ribu ton setara dengan Rp 3,3 triliun. Sedangkan untuk produk olahan karet pada tahun 2018 mencapai setara 5,6 ribu meter kubik dengan Rp48 miliar .

Sementara berdasarkan data lalu lintas ekspor kelapa sawit beserta turunannya, Rina mengatakan pada tahun 2018 telah mencapai 3 juta ton lebih setara dengan Rp 35 triliyun.

Sementara, Gubernur Riau, H. Syamsuar menyampaikan apresiasinya atas kinerja Karantina Pertanian Riau yang telah mengawal komoditas unggulan daerahnya ke manca negara. "Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan utama di Provinsi Riau dan mempunyai peran penting bagi subsektor perkebunan dalam meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat. Pengolahan industri kelapa sawit juga mendorong ekspor turunan kelapa sawit sehingga menghasilkan devisa bagi negara, pungkas Gubernur.(rtc)


Berita Lainnya :
  • Wawako Safari Zuhur di Masjid Al Barokah Tuah Negeri
  • Jokowi: Terima Kasih atas Kepercayaan Rakyat
  • Prabowo Tolak Hasil Pilpres 2019
  • Langgar SOP, Polisi Periksa Dua Sipir Rutan Siak
  • Infografis Peta Kemenangan Jokowi di Pilpres 2019
  • Kepala Daerah se-Riau Teken Komitmen Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik
  • Cegah Karhutla, Ini Upaya yang Dilakukan Gubri dan Wagubri
  • Warga Kesulitan Mendapatkan Gas LPG 3 kg di Kecamatan Bukit Batu
  • BMKG: Siang dan Malam Hujan Tidak Merata Guyur Riau
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan