Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pada Pemilu 2019 ber...[read more] "> Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pada Pemilu 2019 ber" />
Senin, 25 Mei 2020
Follow Us:
17:50 WIB - Gubri Gelar Gema Takbir Secara Virtual Dari Kediaman | 17:50 WIB - Harga Daging Sapi dan Ayam Kompak Naik | 17:50 WIB - Mahasiswa Rekam dan Gagalkan Aksi Maling di Kantor KPU Pelalawan | 17:50 WIB - Bupati Inhil Ucapkan Terima Kasih | 17:50 WIB - Malam Takbiran di Tengah Covid-19, Jalanan di Pekanbaru Malah Ramai | 17:50 WIB - Pemprov Riau Terima 2 Unit Incinerator limbah Infeksius
/ Politik / Petugas KPPS Meninggal Capai 230 Orang, 1.671 Sakit /
Petugas KPPS Meninggal Capai 230 Orang, 1.671 Sakit
Jumat, 26 April 2019 - 21:58:22 WIB

Jakarta (Bidikonline.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyampaikan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia pada Pemilu 2019 berjumlah 230 orang atau bertambah lima orang.

"Data 26 April 2019 Pukul 12.00 WIB, petugas wafat 230 orang, sakit 1.671 orang, total 1.901 orang," kata Komisioner KPU Viryan Aziz lewat keterangan tertulis, Jumat (26/4/2019).

Sementara di kesempatan terpisah, Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menyampaikan jumlah panwaslu yang meninggal juga bertambah.

"Sampai hari ini sudah 55 orang. Ini juga hal lain yang sebenarnya kami sedih. Ini kan kayak terus-terusan bertambah. Menurut kita ya sikap terbaik kita mendoakan mereka sambil melanjutkan tugas mereka," tuturnya.

KPU menyatakan masih mengusahakan santunan bagi petugas yang meninggal dunia dan mengalami sakit saat bertugas. Santunan masih dalam kajian Kementerian Keuangan.

Hingga saat ini angka santunan yang diusulkan masih sama, yaitu Rp36 juta untuk meninggal dunia, Rp30 juta untuk penyandang cacat, dan Rp16 juta untuk luka-luka.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin berencana memberi santunan kepada petugas KPPS yang wafat saat bertugas dalam Pemilu 2019.

Juru bicara TKN Tubagus Ace Hasan Syadzily mengatakan santunan kepada petugas KPPS berasal dari iuran seluruh pihak di TKN.

"TKN akan memberikan santunan yang berasal dari iuran teman-teman di TKN terhadap para pahlawan (petugas KPPS) yang gugur dalam menjalankan tugas demokrasi," ujar Ace di Hotel Gran Melia, Jakarta.

Ace mengatakan pihaknya turut berduka atas petugas KPPS yang meninggal saat bertugas, khususnya ketika melakukan rekapitulasi suara. TKN menganggap petugas KPPS yang meninggal sebagai pejuang demokrasi.

Ia pun meminta semua pihak tidak menyia-nyiakan pengorbanan para petugas KPPS yang meninggal. Apalagi dengan cara mendeligitimasi penyelenggara pemilu.

"Saya kira sangat zalim rasanya kalau pengorbanan yang dilakukan oleh KPPS hingga nyawa pun diberikan untuk demokrasi Indonesia, mengatakan bahwa pemilu Indonesia ini penuh dengan kecurangan dan harus diulangi kembali," ujarnya. (ckp)


Berita Lainnya :
  • Gubri Gelar Gema Takbir Secara Virtual Dari Kediaman
  • Harga Daging Sapi dan Ayam Kompak Naik
  • Mahasiswa Rekam dan Gagalkan Aksi Maling di Kantor KPU Pelalawan
  • Bupati Inhil Ucapkan Terima Kasih
  • Malam Takbiran di Tengah Covid-19, Jalanan di Pekanbaru Malah Ramai
  • Pemprov Riau Terima 2 Unit Incinerator limbah Infeksius
  • Sanksi Perbup Pelalawan PSBB Mulai Berlaku 25 Mei 2020
  • Gubri Tiadakan Open House Lebaran Idul Fitri
  • Soal Dua Website, Ini Terang Johansyah
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan