Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyetujui usulan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberikan santunan kepada petugas Kelompok ...[read more] "> Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyetujui usulan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberikan santunan kepada petugas Kelompok " />
Kamis, 28 Mei 2020
Follow Us:
17:30 WIB - Bupati Sapa Camat se-Inhil | 17:30 WIB - Kabur ke Sumut, Polisi Tangkap Pembunuh Buruh Sawit di Pelalawan | 17:30 WIB - 114 Desa di Bengkalis Telah Salurkan BLTDD Tahap Pertama | 17:30 WIB - Pemprov Riau dan APH Teken MoU Pendampingan Penanganan Penanggulan Covid-19 | 17:30 WIB - Angka Kesembuhan di Provinsi Riau Termasuk Tinggi di Indonesia | 17:30 WIB - Tiga Pasien Positif Covid-19 Bengkalis Kembali Dilaporkan Sembuh
/ Politik / Menkeu Tetapkan Santunan Rp36 Juta /
Ratusan KPPS Meninggal,
Menkeu Tetapkan Santunan Rp36 Juta
Sabtu, 27 April 2019 - 19:34:22 WIB
 
Jakarta (Bidikonline.com) -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyetujui usulan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberikan santunan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia. Penetapan ini dikeluarkan Kemenkeu pada Kamis (25/4/2019) kemarin.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengungkapkan santunan yang diberikan kepada petugas KPPS yang meninggal dunia sebesar Rp36 juta per orang. Angka itu sesuai dengan yang diajukan oleh KPU.

"(Santunan) sudah ditetapkan Menteri Keuangan (Sri Mulyani). (Jumlahnya) sesuai dengan yang diusulkan KPU," tutur Askolani, Sabtu (27/4/2019).

Untuk pelaksanaannya, kata Askolani, Kemenkeu memberikan wewenang kepada KPU dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Ini artinya, pencairan dana akan dilakukan oleh kedua lembaga tersebut.

"Santunan untuk bisa dilaksanakan oleh KPU dan Bawaslu," terang dia.

Selain santunan untuk korban meninggal, pemerintah juga akan memberikan santunan untuk korban cacat sebesar Rp30 juta per orang. Lalu, korban luka-luka mendapatkan jatah Rp16 juta per orang.

Berdasarkan data KPU per Jumat (26/4), total petugas KPPS yang meninggal dunia sebanyak 230 orang, sakit 1.671 orang. Dengan demikian, total korban sebanyak 1.901 orang.

Sementara, anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengemukakan data lembaganya mencatat jumlah korban yang meninggal sebanyak 55 orang. Jumlahnya terus bertambah sejak pemilihan umu (pemilu) dilaksanakan pada Rabu (24/4/2019) lalu.

Ketua KPU, Arief Budiman mengakui bentuk pemilu tahun ini memang memberatkan petugas di lapangan. Menurutnya, aturan UU Pemilu memang mengharuskan proses pemungutan dan penghitungan digelar di waktu yang sama.

"KPU diprotes, dicacimaki, KPU nggak manusiawi karena orang nonsetop, kerja terus nggak pakai istirahat. Loh, UU mengatakan pemungutan suara dan penghitungan harus selesai di hari yang sama, artinya tanggal 17 April harus selesai," kata dia, Sabtu (27/4/2019).(ckp)


Berita Lainnya :
  • Bupati Sapa Camat se-Inhil
  • Kabur ke Sumut, Polisi Tangkap Pembunuh Buruh Sawit di Pelalawan
  • 114 Desa di Bengkalis Telah Salurkan BLTDD Tahap Pertama
  • Pemprov Riau dan APH Teken MoU Pendampingan Penanganan Penanggulan Covid-19
  • Angka Kesembuhan di Provinsi Riau Termasuk Tinggi di Indonesia
  • Tiga Pasien Positif Covid-19 Bengkalis Kembali Dilaporkan Sembuh
  • Seorang Pemulung di Pekanbaru Ditemukan Membusuk di Kolong Jembatan
  • Gubri Ingatkan Pegawai Pemprov Riau yang Bekerja Jalankan Protokol Kesehatan
  • Libur Idul Fitri, Bupati Wardan Sapa Camat Se- Inhil
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan