Terhitung Mei 2019 ini, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau baru mencapai 16,97 persen atau setara dengan Rp1....[read more] "> Terhitung Mei 2019 ini, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau baru mencapai 16,97 persen atau setara dengan Rp1." />
Sabtu, 29 Februari 2020
Follow Us:
21:17 WIB - RSUD Menggala Deklarasi dan Sosialisasi Rumah Sakit Ramah Anak | 21:17 WIB - GPNB Gelar Rapat Perdana | 21:17 WIB - Bupati Alfedri Hampiri Lautan Manusia di MTQ ke XIX Tualang | 21:17 WIB - Sekretariat DPRD Bengkalis Rapat ke Kanwil Kemenkumham Riau | 21:17 WIB - Bupati Kampar Hadiri Pengukuhan Gelar Adat Persukuan Kampai | 21:17 WIB - Gubernur Syamsuar: Pangan Jadi PR Terbesar Riau
/ Riau / Realisasi APBD Riau Baru Mencapai 16,97 Persen /
Realisasi APBD Riau Baru Mencapai 16,97 Persen
Selasa, 14 Mei 2019 - 17:42:26 WIB


PEKANBARU (Bidikonline.com) - Terhitung Mei 2019 ini, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau baru mencapai 16,97 persen atau setara dengan Rp1.557.739.359.493.

Dengan rincian untuk belanja tidak langsung sebesar 10,60 persen, dan belanja langsung sebesar 6,37 persen.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi kepada CAKAPLAH.com, Selasa (14/5/2019) di kantor Gubernur Riau.

Ahmad Hijazi mengakui realisasi APBD tersebut masih rendah, namun pihaknya optimis pada pertengahan tahun nanti realisasi serapan anggaran akan meningkat. Sebab saat ini sejumlah OPD masih menyelesaikan administrasi keuanganya, sehingga belum seluruhnya tercatat menjadi realisasi.

"Di awal-awal ini memang sedang dalam tahap persiapan semua. Karena kita kan tidak boleh terburu-buru untuk mengeksekusinya. Perlu persiapan yang matang. Biasanya kita itu memang di pertengahan tahun nanti meningkat realisisanya," katanya.

Disinggung apakah ada OPD yang enggan menggunakan anggaran karena adanya harus menyesuaikan dengan visi misi gubernur terpilih, Ahmad Hijazi memastikan tidak ada.

"Tidak ada, tidak ada yang perlu diragukan lagi, karena visi dan misi itukan hanya penajaman saja. Jadi sebenarnya secara umum kebijakan daerah itu kan sesuai RKB dan Musrembang. Hanya saja saat masuk kegiatan, baru ada fokus, penekanan kemana, ke aspek apa," paparnya.

Dia mencontohkan, misalnya sektor pertanian, pertanian yang bagaimana, karena sekarang kecendrunganya itu untuk budidaya padi, sehingga fokusnya komoditi.

"Kemudian untuk pengembangan usaha, fokusnya ke UKM agar produktif, jadi kegiatan itu difokuskan," cakapnya.

Ahmad Hijazi mengklaim, sejak dirinya menjadi Sekda Riau untuk serapan anggaran selalu tinggi. Sehingga tidak perlu dikhawatirkan akan terjadi sisa lebih anggaran.

"Sebelum 2016 ini itu seingat saya bisa berlebih sampai Rp3 hingga Rp 4 triliun. Setalah 2016 realisasi serapan selalu tinggi, bahkan kita sampai kekurangan duit. Insfrastrutur, jalan dan jembatan kan banyak sekali di Riau yang perlu dibangun," tukasnya.(ckp)



Berita Lainnya :
  • RSUD Menggala Deklarasi dan Sosialisasi Rumah Sakit Ramah Anak
  • GPNB Gelar Rapat Perdana
  • Bupati Alfedri Hampiri Lautan Manusia di MTQ ke XIX Tualang
  • Sekretariat DPRD Bengkalis Rapat ke Kanwil Kemenkumham Riau
  • Bupati Kampar Hadiri Pengukuhan Gelar Adat Persukuan Kampai
  • Gubernur Syamsuar: Pangan Jadi PR Terbesar Riau
  • Pemprov Riau Gelar Rapat Persiapan Haji dan MTQ
  • Bupati Inhu Hadiri Grand Launching IPEKA
  • Bupati Inhu Segera Bentuk BNN Kabupaten
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan