Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0314 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Letkol Inf Andrian Siregar, S.I.P meminta Pemerintah Ka...[read more] "> Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0314 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Letkol Inf Andrian Siregar, S.I.P meminta Pemerintah Ka" />
Rabu, 22 Januari 2020
Follow Us:
06:01 WIB - Pria Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Kosan | 06:01 WIB - Ketum MOI : Bangun Sinergi Lawan Intoleransi, Radikalisme, Korupsi | 06:01 WIB - Polda Riau Tetapkan 12 Orang Tersangka Karhutla | 06:01 WIB - Bupati Rohil Siapkan RLH Untuk Janda yang Tinggal di Eks Kandang Sapi | 06:01 WIB - Seluas 7 Hektar Lahan Masyarakat Terbakar di Siak | 06:01 WIB - Pemkab Inhil Sambangi Pemerintah Pusat
/ Indragiri Hilir / Pemkab Inhil harus Susun Program Pencegahan Karhutla /
Pemkab Inhil harus Susun Program Pencegahan Karhutla
SENIN, 09 September 2019 - 19:45:22 WIB

INHIL (BIDIKONLINE.COM) - Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 0314 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Letkol Inf Andrian Siregar, S.I.P meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil menyusun program pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla).

Hal tersebut dikatakannya saat mendengar kabar dari media Halloriau.com tentang berita Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa Provinsi Riau menduduki posisi ketiga terbanyak hotspot di Sumatera. Dengan level Confidence​> 70% ada 182 titik, diduga kuat 182 titik karena terjadinya karhutla. Seperti di Bengkalis 2, Pelalawan 38, Rokan Hilir 1, Indragiri Hilir 117, Indragiri Hulu 17 dan Dumai 1 titik.

Dari data tetsebut, Dandim Inhil menekankan bahwa setiap tahunnya Provinsi Riau, Inhil khususnya darurat akan karhutla. Dengan itu Pemkab Inhil harus memikirkan bagaimana solusi menangani bencana tahunan ini.

"Dengan banyaknya titik hospot hari ini di Inhil semoga menyadarkan warga agar tidak membakar, Pemkab juga harus memikirkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui program anggaran setiap tahunnya di setiap dinas terkait," kata Dandim Inhil, Senin (9/9/2019) malam, saat dikonfirmasi awak media.

Seperti membuka lahan, dikatakan Dandim tentunya Pemkab Inhil harus menyediakan alat teknologi agar masyarakat tidak terbebani biaya dalam suatu pekerjaannya baik berkebun dan membuka lahannya sendiri.

"Bukan anggaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil saja, karena yang dibutuhkan adalah perubahan mindset masyarakat untuk hal Karhutla ini," pungkasnya.

Dandim menilai sejauh ini Pemkab Inhil kurang cepat tanggap menangani bencana Karhutla, dia berharap program pencegahan karhutla harus cepat dilaksanakan. Agar masyarakat terbantu baik dalam segi pengetahuan tentang karhutla dan lainnya.

"Media juga harus ikut mendorong Pemkab Inhil, coba lihat di lapangan siapa yang turun sejauh ini," tutup Dandim.(rls)




Berita Lainnya :
  • Pria Paruh Baya Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi Kosan
  • Ketum MOI : Bangun Sinergi Lawan Intoleransi, Radikalisme, Korupsi
  • Polda Riau Tetapkan 12 Orang Tersangka Karhutla
  • Bupati Rohil Siapkan RLH Untuk Janda yang Tinggal di Eks Kandang Sapi
  • Seluas 7 Hektar Lahan Masyarakat Terbakar di Siak
  • Pemkab Inhil Sambangi Pemerintah Pusat
  • Bupati Siak Lantik Pj Kampung Adat Kampung Tengah
  • Media Berperan Berantas Korupsi
  • Wabup inhil Silaturahmi Bersama Pengurus LBDH inhil
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan