Aksi kejahatan pelaku pembakaran lahan di wilayah Provinsi Riau terus meningkat dengan ditetapkannya 47 tersangka, termasuk satu korporas...[read more] "> Aksi kejahatan pelaku pembakaran lahan di wilayah Provinsi Riau terus meningkat dengan ditetapkannya 47 tersangka, termasuk satu korporas" />
Kamis, 23 Januari 2020
Follow Us:
06:13 WIB - Tim Pendamping Hukum Franki Manalu Lanjutkan Kasasi ke Mahkamah Agung | 06:13 WIB - Sutarno Resmi Gantikan Herry Suhasmin Sebagai Kalapas Kelas II A Bangkinang | 06:13 WIB - Sardiyono Hadiri Rakor Bersama Gubri dan Forkopimda | 06:13 WIB - Rapat Banmus Perdana DPRD Riau Periode 2019-2024 | 06:13 WIB - Anggota DPRD Riau Terima Aksi Unras di Depan Kantor DPRD Riau | 06:13 WIB - Pelantikan Pimpinan DPRD Riau Masa Jabatan 2019-2024
/ Riau / Gubri Desak Polda Riau Cari Pelaku Karhutla /
Gubri Desak Polda Riau Cari Pelaku Karhutla
Senin, 16 September 2019 - 19:25:11 WIB

PEKANBARU (BIDIKONLINE.COM) - Aksi kejahatan pelaku pembakaran lahan di wilayah Provinsi Riau terus meningkat dengan ditetapkannya 47 tersangka, termasuk satu korporasi. Dalam proses penyidikannya, Gubernur Riau Syamsuar mendesak penyidik segera tuntaskan kasus Karhutla penyebab asap saat ini.

"Cari tau siapa pelaku yang membakar lahan. Harapankan pada kita, penyidik Satgas Penegakkan Hukum Polda Riau segera menuntaskan kasus ini dengan mencari pelaku-pelakunya," desak Syamsuar, Senin (16/9/2019) tadi.

Sejauh ini, menurut Syamsuar pihak-pihak terkait yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Karhutla Provinsi Riau, menemukan adanya lahan terbakar milik masyarakat serta kawasan hutan yang baru dibuka.

Selain itu, Syamsuar menyebut pihak Penegakkan Hukum Terpadu telah komitmen akan menyelesaikan kasus kebakaran lahan khusus lahan milik korporasi. Di antaranya ada 10 lahan perusahaan perkebunan sawit disegel.

"Satu di antaranya perusahaan yang berasal dari negara Malaysia," tegas Syamsuar.

Lebih lanjut, Syamsuar mengajak segenap lapisan masyarakat di Riau ikut dilibatkan guna membantu pihaknya dalam proses pencegahan dan pengawasan. Selain itu, pihaknya juga menggelar sosialisasi tentang bahaya kebakaran lahan.

"Sementara dari penyidikan KLHK juga telah tetapkan status  10 korporasi di Riau. Satu di antaranya perusahaan PT Adei dari Malaysia. Ini sudah ditemukan, semoga terselesaikan dengan baik," tutur Syamsuar. (ADV)


Berita Lainnya :
  • Tim Pendamping Hukum Franki Manalu Lanjutkan Kasasi ke Mahkamah Agung
  • Sutarno Resmi Gantikan Herry Suhasmin Sebagai Kalapas Kelas II A Bangkinang
  • Sardiyono Hadiri Rakor Bersama Gubri dan Forkopimda
  • Rapat Banmus Perdana DPRD Riau Periode 2019-2024
  • Anggota DPRD Riau Terima Aksi Unras di Depan Kantor DPRD Riau
  • Pelantikan Pimpinan DPRD Riau Masa Jabatan 2019-2024
  • Bupati Kampar : Prioritaskan Peningkatan Pelayanan Kesehatan
  • Bupati Tinjau Pembangunan Jembatan dan Jalan Interpretasi Kampar Kiri Hulu
  • Bupati Kampar Dialog Interaktif Bersama KPID Riau di Radio Swara Kampar
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan