Pembangunan desa menjadi fokus utama bagi daerah berkembang. Salah satu cara mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan adalah d...[read more] "> Pembangunan desa menjadi fokus utama bagi daerah berkembang. Salah satu cara mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan adalah d" />
Minggu, 15 Desember 2019
Follow Us:
18:35 WIB - Kemenag Inhil Gelar Bimbingan Perkawinan Angkatan ke-VII Tahun 2019 | 18:35 WIB - Bupati Kuansing Lantik Kades Terpilih | 18:35 WIB - 14 Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Bengkalis Ikuti Tes Kompetensi | 18:35 WIB - BI Gelar Pertemuan Tahunan | 18:35 WIB - Dibawah Pimpinan Bupati Yopi Kunjungan Wisatawan ke Inhu Meningkat | 18:35 WIB - Disdik Riau Soal Program Merdeka Belajar dari Mendikbud
/ Riau / Gubri: Kita Sangat Jauh Tertinggal /
Gubri: Kita Sangat Jauh Tertinggal
Sabtu, 16 November 2019 - 16:07:03 WIB

PEKANBARU (Bidikonline.om)  - Pembangunan desa menjadi fokus utama bagi daerah berkembang. Salah satu cara mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan adalah dengan memberdayakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Gubernur Riau, H Syamsuar mengatakan, Ia akan terus menghimbau kepala desa atau pemimpin daerah agar terus mengembangkan BUMDes di daerah masing-masing. "Ini merupakan gerakan untuk menyejahterakan masyarakat," ujarnya.

Ia mengaku akan mengajak untuk memberdayakan BUMDes yang sudah ada, sebab menurutnya, untuk membangun ekonomi Indonesia harus dimulai dari daerah pinggir terlebih dahulu.

"Daerah pinggir maksudnya desa, kalau desa maju, kecamatan maju, kabupaten maju maka Indonesia pasti juga maju," terangnya.

Lebih lanjut, Syamsuar mengatakan bahwa saat ini angka kemiskinan di Provinsi Riau mencapai 7% dan ia mengajak kepada semua masyarakat untuk sama-sama memiliki targat agar angka tersebut bisa turun.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Riau, lanjutnya, saat ini hanya 2,80% sementara angka nasionalnya adalah 5,30%. "Artinya kita sangat jauh tertinggal," jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa kedepan banyak usaha milik negara harus bisa bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), BUMDes dan Koperasi.

"Artinya ini kesempatn untuk menambah pendapatan desa sekaligus menambah ekonomi desa," ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Syarifuddin mengatakan saat ini pihaknya telah mendapatkan laporan bahwa sampai tanggal 14 November 2019 kemarin telah menerima sebanyak 957 berkas dan sudah terverifikasi sehingga dapat dialokasikan untuk dana BUMDes.

"Ini menunjukkan bahwa desa-desa di Provinsi Riau mendukung program Gubernur Riau dalan mewujudkan pembangunan desa," pungkasnya.(rlc)


Berita Lainnya :
  • Kemenag Inhil Gelar Bimbingan Perkawinan Angkatan ke-VII Tahun 2019
  • Bupati Kuansing Lantik Kades Terpilih
  • 14 Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Bengkalis Ikuti Tes Kompetensi
  • BI Gelar Pertemuan Tahunan
  • Dibawah Pimpinan Bupati Yopi Kunjungan Wisatawan ke Inhu Meningkat
  • Disdik Riau Soal Program Merdeka Belajar dari Mendikbud
  • Jadi Wantimpres, Wiranto: Memang Tidak Mudah
  • Pemkab Pelalawan Jalin Kerjasama Bersama Pemkot Tangerang
  • DLH Rohil Garap Sampah Jadi Kompos
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan