Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengingatkan para pimpinan DPRD yang berasal dari PDI Perjuangan untuk tidak lupa d...[read more] "> Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengingatkan para pimpinan DPRD yang berasal dari PDI Perjuangan untuk tidak lupa d" />
Kamis, 02 April 2020
Follow Us:
17:16 WIB - Wardan Anggap Masjid Tempat Suci dan Tak Melarang Beribadah | 17:16 WIB - Bupati Bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Semprot Disinfektan Di Titik Pusat Keramaian | 17:16 WIB - Pemkab Inhil Umumkan Hal-hal Penting Terkait COVID-19 | 17:16 WIB - Gedung Islamic Center Tembilahan Dijadikan Tempat Karantina Pasien Corona | 17:16 WIB - Bupati Inhil Dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Inhil Tinjau Rumah Sakit Khusus Karantina | 17:16 WIB - Komisi IV DPRD Riau Tinjau Pelaksanaan Pembangunan Jalan dan Jembatan
/ Politik / Megawati Soekarnoputri : Kader Partai Jangan Lupa Diri dan Mabuk Kekuasaan /
Megawati Soekarnoputri : Kader Partai Jangan Lupa Diri dan Mabuk Kekuasaan
Sabtu, 07 Desember 2019 - 19:23:44 WIB

BIDIKONLINE.COM - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengingatkan para pimpinan DPRD yang berasal dari PDI Perjuangan untuk tidak lupa diri dan mabuk kekuasaan. Megawati meminta agar para pimpinan dewan tersebut agar terus melatih berdisplin dalam berorganisasi, humanis, dekat dengan rakyat dan satunya antara kata dan perbuatan.

Demikian hal mengemuka yang diungkapkan Megawati kepada ratusan pimpinan dewan dari PDI Perjuangan yang mengikuti Sekolah Pimpinan Dewan tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota gelombang kedua di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Jumat (6/12/2019).

Pada awal sambutan, Megawati mengatakan bahwa tak akan bicara soal AD/ART, namun soal kehidupan dan kemanusiaan. Mega menjelaskan, PDI Perjuangan kini memang menempatkan kadernya, Joko Widodo sebagai Presiden RI untuk periode kedua. Sedangkan pada legislatif, PDI Perjuangan pertama kali mendudukkan kadernya sebagai Ketua DPR RI.

"Memang benar itu semua. Terus kita jadi lupa diri dan mabuk kuasa?" kata Megawati.

Mabuk kuasa yang dimaksud Presiden Kelima RI itu adalah karena berkuasa, maka sesukanya menggunakan anggaran negara untuk hal seperti jalan-jalan ke luar negeri. Atau menghabiskan anggaran pada akhir tahun untuk kegiatan yang tak berguna. Rakyat kerap dijadikan alasan untuk perilaku koruptif. Megawati mengajak para kader Partai yang menduduki kursi pimpinan legislatif bertanya kepada dirinya sendiri soal tujuan berpartai.

Menurut Ketua Umum, berpartai memang berarti mengorganisasi rakyat. Namun, mengorganisasi rakyat bukan berarti segala sesuatunya dilihat transaksional. Hal itu menjadi penting karena saat ini hampir tak ada yang tak dilihat secara transaksional. Sementara di sisi lain, aparat penegakan hukum khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga bekerja.
 
"Tolong dengan segala hormat, anda pasti punya keluarga. Kalau beragama, tolong ingat anda adalah kepala keluarga. Apa anda tak mikir ya, kalau mulai ditangkap, muka mulai dicoreng. Ya istri lah, anak lah. Aduh.. anaknya pergi bareng temannya, dibilang bapakmu korupsi ya? Mau teriak ke siapa kalau sudah begitu? Kalau sudah terbukti korupsi, tetap saja masuk penjara," kata Megawati.
 
Megawati mengingatkan kepada semua kader PDI Perjuangan harus mampu menghidupi dan berpengetahuan untuk digunakan sebagai kebaikan. Bukan menggunakan pengetahuan untuk korupsi.

"Pengetahuan itu ada dua. Pengetahuan bisa digunakan untuk kebaikan, bisa juga digunakan untuk kejahatan. Kalian itu penentu politik dan budgetting. Maka kalian harus mengontrol diri. Kunci utamanya adalah pengendalian diri dan hati,” kata Megawati.

Megawati kemudian menceritakan pengalamannya, untuk membuktikan bahwa mengorganisasi rakyat lewat partai politik bukan melulu soal transaksi dan uang. Namun dengan hati, turun ke rakyat secara langsung dan selalu membawa nilai-nilai kemanusiaan. Dia menjadi anggota DPR selama tiga periode ketika orde baru masih berkuasa. Di tengah himpitan politik, Megawati selalu turun ke bawah secara langsung.

"Menurut saya gampang itu, tanpa main-main duit. Yang jelas saya selalu kulo nuwun. Datang. Tentu saya bawa kopi dan gula, supaya tak menyusahkan karena rakyat sudah memberikan tempat. Tak perlu ada bakar-bakar duit," ujar Megawati.

Bicara kepada rakyat, menurut Mega, cukup mudah karena rakyat hanya ingin dimanusiakan dan merasakan dianggap sebagai manusia. “Jadi kalau bicara memperjuangkan APBD, ya puaskan dulu rakyatmu, apa kebutuhannya dipenuhi," tambah Megawati.

Secara khusus untuk kader yang baru pertama kali menduduki kursi pimpinan dewan di daerah, Megawati mengingatkan tak ada ampun untuk mereka yang tak mampu mewujudkan prinsip-prinsip itu. Tak ada kata ampun untuk pelaku korupsi karena akan segera dipecat dari partai.

 "Begitu ada diindikasikan, apalagi kalau sudah ditangkap, saya tak mau pikir panjang. Saya minta Sekjen agar segera dipecat. Jangan sampai nila setitik rusak susu sebelanga," tegas Megawati
 
Pimpinan Dewan Harus Lebih Disiplin

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP PDI Perjuangan Sri Rahayu mendampingi Megawati saat memberikan pengarahan.

Hasto menjelaskan bahwa pesan utama dari Ketua Umum adalah agar para pimpinan dewan harus lebih disiplin dan mengubah diri sendiri terlebih dahulu sebelum mengubah masyarakat agar menjadi lebih baik.

"Kita harus mengubah diri kita menjadi lebih baik sebelum kita ingin mengubah masyarakat menjadi lebih baik, mengubah Indonesia menjadi lebih baik. Maka kader PDI Perjuangan harus meningkatkan kualitas diri," ujar Hasto.

Para pimpinan dewan juga harus bertanggung jawab dengan menyediakan waktunya untuk turun ke masyarakat. "Inti kemenangan pada dua pemilu ini berarti PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab untuk kemajuan masa depan Indonesia," tandasnya.

Sebanyak 221 orang pimpinan DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota dari berbagai wilayah mengikuti kegiatan yang beralngsung hingga hari Minggu, 8 Desember 2019 lusa.(rls)



Berita Lainnya :
  • Wardan Anggap Masjid Tempat Suci dan Tak Melarang Beribadah
  • Bupati Bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Semprot Disinfektan Di Titik Pusat Keramaian
  • Pemkab Inhil Umumkan Hal-hal Penting Terkait COVID-19
  • Gedung Islamic Center Tembilahan Dijadikan Tempat Karantina Pasien Corona
  • Bupati Inhil Dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Inhil Tinjau Rumah Sakit Khusus Karantina
  • Komisi IV DPRD Riau Tinjau Pelaksanaan Pembangunan Jalan dan Jembatan
  • Pimpinan DPRD Riau Larang Kunjungan Dari Luar Propinsi
  • Wali Kota Pekanbaru Instruksikan Libur Sekolah 16-30 Maret
  • Disdik Pekanbaru Selenggarakan KSN
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan