Sebetulnya tidak perlu 1.000 hari bagi Polri untuk menangkap pelaku penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), No...[read more] "> Sebetulnya tidak perlu 1.000 hari bagi Polri untuk menangkap pelaku penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), No" />
Kamis, 02 April 2020
Follow Us:
17:16 WIB - Wardan Anggap Masjid Tempat Suci dan Tak Melarang Beribadah | 17:16 WIB - Bupati Bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Semprot Disinfektan Di Titik Pusat Keramaian | 17:16 WIB - Pemkab Inhil Umumkan Hal-hal Penting Terkait COVID-19 | 17:16 WIB - Gedung Islamic Center Tembilahan Dijadikan Tempat Karantina Pasien Corona | 17:16 WIB - Bupati Inhil Dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Inhil Tinjau Rumah Sakit Khusus Karantina | 17:16 WIB - Komisi IV DPRD Riau Tinjau Pelaksanaan Pembangunan Jalan dan Jembatan
/ Hukum / KPK: Tidak Perlu 1.000 Hari untuk Temukan Penyerang Novel Baswedan /
KPK: Tidak Perlu 1.000 Hari untuk Temukan Penyerang Novel Baswedan
Rabu, 11 Desember 2019 - 17:11:17 WIB

Jakarta (Bidikonline.com) - 
Sebetulnya tidak perlu 1.000 hari bagi Polri untuk menangkap pelaku penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

"KPK menunggu pelaku penyerangan itu ditemukan karena waktunya juga sudah terlalu lama. Sekitar 27 hari lagi maka genap 1.000 hari sejak Novel diserang," ucap Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa malam (10/12/2019).

"Tentu harapannya tidak perlu sampai 1.000 hari untuk menemukan pelaku penyerangan lapangan itu," tambah Febri bidikonline.

Novel diserang dua orang bermotor pada 11 April 2017 seusai salat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pelaku menyiram air keras ke arah mata Novel sehingga mengakibatkan mata kiri tidak dapat melihat karena mengalami kerusakan yang lebih parah dibanding mata kanannya.

"Yang kami harapkan, semoga pelaku penyerangan itu ditemukan mulai dari pelaku lapangan sampai nanti dicari apakah ada pihak yang menyuruh atau aktor intelektualnya. Kenapa ini penting, pertama karena kita tidak ingin penegak hukum itu diteror dan diserang apalagi terkait dengan pelaksanaan tugasnya," ujar Febri.

Ia menyebut teror bukan hanya terjadi pada Novel, tapi juga menimpa Ketua KPK, Agus Rahardjo, dan Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif.

"Kita tahu bukan hanya Novel yang diserang tetapi rumah dua pimpinan KPK juga diteror dengan bom, baik bom molotov maupun benda berbentuk mirip bom di rumah Ketua KPK," tuturnya.

Menurut Febri, risiko teror tersebut juga bisa terjadi pada pegawai KPK, Kepolisian maupun Kejaksaan yang menangani kasus korupsi.

"Bahkan (teror bisa menimpa) jurnalis dan masyarakat sipil yang peduli pada isu korupsi. Jadi, teror-teror seperti ini tentu harus dilawan semaksimal mungkin dengan penegakan hukum yang tegas dan konsisten," ujar Febri.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa Kapolri Jenderal Idham Azis telah melaporkan temuan yang cukup signifikan terkait investigasi kasus penyerangan terhadap Novel.

"Sore kemarin Kapolri sudah saya undang, saya tanyakan langsung ke Kapolri, saya juga ingin mendapatkan sebuah ketegasan, ada progress atau tidak. Hasilnya? Dijawab, ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan," kata Jokowi usai acara Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, kemarin.

Untuk itu, Kepala Negara menegaskan tidak memberikan waktu banyak lagi kepada pihak Polri untuk segera menyelesaikan kasus Novel.

"Saya tidak bicara masalah bulan. Kalau saya bilang secepatnya, berarti dalam waktu harian," tegas Jokowi.
(JMart)


Berita Lainnya :
  • Wardan Anggap Masjid Tempat Suci dan Tak Melarang Beribadah
  • Bupati Bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Semprot Disinfektan Di Titik Pusat Keramaian
  • Pemkab Inhil Umumkan Hal-hal Penting Terkait COVID-19
  • Gedung Islamic Center Tembilahan Dijadikan Tempat Karantina Pasien Corona
  • Bupati Inhil Dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Inhil Tinjau Rumah Sakit Khusus Karantina
  • Komisi IV DPRD Riau Tinjau Pelaksanaan Pembangunan Jalan dan Jembatan
  • Pimpinan DPRD Riau Larang Kunjungan Dari Luar Propinsi
  • Wali Kota Pekanbaru Instruksikan Libur Sekolah 16-30 Maret
  • Disdik Pekanbaru Selenggarakan KSN
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan