Sebanyak 903 janin yang digugurkan di Klinik Paseban, Senen, Jakarta Pusat, ternyata dibuang ke septic tank atau tangki kotoran manusia. ...[read more] "> Sebanyak 903 janin yang digugurkan di Klinik Paseban, Senen, Jakarta Pusat, ternyata dibuang ke septic tank atau tangki kotoran manusia. " />
Selasa, 07 April 2020
Follow Us:
11:40 WIB - Keterangan Plh Bupati Bengkalis Soal Anggaran Penanganan Covid-19 | 11:40 WIB - Pemda Kampar Naikkan Status Siaga Jadi Tanggap Darurat Covid-19 | 11:40 WIB - Badria Rikasari Jabat Plt Sekwan Pekanbaru | 11:40 WIB - Gubri Gelar Pertemuan Bersama IDI dan PPNI Riau | 11:40 WIB - Pemko Pekanbaru akan Salurkan Bantuan Beras dari Pusat ke Warga Terdata DTKS | 11:40 WIB - Gubri Semangati Tim Medis Covid-19 Awal Bros
/ Hukum / Jasad 903 Janin Manusia di Jakarta Dibuang Dalam Septic Tank /
Jasad 903 Janin Manusia di Jakarta Dibuang Dalam Septic Tank
Sabtu, 15 Februari 2020 - 12:47:49 WIB

JAKARTA (Bidikonline.com)- Sebanyak 903 janin yang digugurkan di Klinik Paseban, Senen, Jakarta Pusat, ternyata dibuang ke septic tank atau tangki kotoran manusia. Salah seorang dokter yang terlibat dalam aksi aborsi ini sudah diamankan polisi.

"Janin biasa ditemukan di septic tank," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di lokasi, Jumat, 14 Februari 2020.

Tujuan dibuang ke septic tank adalah  untuk menghilangkan jejak. Saat digerebek, didapati janin berusia 6 bulan dan pasien yang akan melakukan aborsi.

Pasien Klinik Paseban, seperti dihimpun dari vivanews berasal dari seluruh Indonesia lantaran informasi praktik ini disebar melalui sebuah website. Kebanyakan mereka yang melakukan aborsi karena hamil di luar nikah dan tuntutan pekerjaan.

"Rata-rata yang aborsi karena hamil di luar nikah, adanya kontrak kerja yang mengharuskan tidak hamil, atau gagal (program) KB (Keluarga Berencana)," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, praktik klinik aborsi ilegal di daerah Paseban, Jakarta Pusat, terbongkar. Polisi mencokok tiga orang diduga sebagai pelakunya. Mereka adalah seorang dokter berinisial A, bidan berinisial RM, dan karyawan berinisial SI.

"Klinik ini tanpa nama, tetapi klinik ini dikenal Klinik Aborsi Paseban kalau disosialisasikan melalui website.  Dia (A) ini memang dokter, pernah menjadi PNS di Riau tetapi karena desersi enggak pernah masuk, dia dipecat," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus di lokasi, Jumat, 14 Februari 2020.

Tercatat 1.632 pasien telah mendatangi klinik aborsi ilegal itu, dengan rincian 903 pasien telah menggugurkan janinnya.(rsc)


Berita Lainnya :
  • Keterangan Plh Bupati Bengkalis Soal Anggaran Penanganan Covid-19
  • Pemda Kampar Naikkan Status Siaga Jadi Tanggap Darurat Covid-19
  • Badria Rikasari Jabat Plt Sekwan Pekanbaru
  • Gubri Gelar Pertemuan Bersama IDI dan PPNI Riau
  • Pemko Pekanbaru akan Salurkan Bantuan Beras dari Pusat ke Warga Terdata DTKS
  • Gubri Semangati Tim Medis Covid-19 Awal Bros
  • Bupati Inhil Inspeksi Mendadak ke Bulog
  • Bupati Rohul Pastikan Stock Beras Aman 6 Bulan Kedepan
  • Komnas HAM Apresiasi Kebijakan Menkumham Bebaskan Ribuan WBP
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan