Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Hardianto menyayangkan terjadinya aksi pelemparan bom molotov di pos jaga Kantor Satpol PP Provinsi Riau...[read more] "> Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Hardianto menyayangkan terjadinya aksi pelemparan bom molotov di pos jaga Kantor Satpol PP Provinsi Riau" />
Selasa, 07 April 2020
Follow Us:
11:40 WIB - Keterangan Plh Bupati Bengkalis Soal Anggaran Penanganan Covid-19 | 11:40 WIB - Pemda Kampar Naikkan Status Siaga Jadi Tanggap Darurat Covid-19 | 11:40 WIB - Badria Rikasari Jabat Plt Sekwan Pekanbaru | 11:40 WIB - Gubri Gelar Pertemuan Bersama IDI dan PPNI Riau | 11:40 WIB - Pemko Pekanbaru akan Salurkan Bantuan Beras dari Pusat ke Warga Terdata DTKS | 11:40 WIB - Gubri Semangati Tim Medis Covid-19 Awal Bros
/ Pekanbaru / Pos Jaga Kantor Satpol PP Dua Kali Dimolotov /
Pos Jaga Kantor Satpol PP Dua Kali Dimolotov
Senin, 17 Februari 2020 - 11:26:21 WIB

PEKANBARU (Bidikonline.com) - Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Hardianto menyayangkan terjadinya aksi pelemparan bom molotov di pos jaga Kantor Satpol PP Provinsi Riau di Jalan Kopang, Pekanbaru pada Rabu (29/1/2020) malam. Menurutnya, apa yang terjadi sudah masuk kategori kriminalitas.

"Kita berharaplah sama pihak kepolisian agar kasus ini diusut tuntas. Kan ini sudah masuk kirimalitas," ujarnya saat diwawancarai usai memimpin sidang paripurna di Kantor DPRD Provinsi Riau, Kamis (30/1/2020) siang.

Selain itu, Hardianto juga berharap pihak-pihak yang merasa bermasalah agar dapat menyampaikan keluhannya dengan cara yang baik, sebab Riau merupakan negeri Melayu dengan norma kesopanan yang dijunjung tinggi.

"Ini kan negeri Melayu, penuh dengan adat kesopansantunan. Kalau memang ada ketidakcocokan, ada kritisi, ada ketidaksenangan bahkan, seharusnya disampaikan dengan cara-cara yang beretika. Tidak perlu diungkapkan dengan cara dimolotov," jelasnya.

Saat ditanya apakah ada kecurigaan "api dalam sekam" yang melatarbelakangi aksi yang sudah terjadi dua kali ini, Hardianto justru curiga pelakunya orang yang sama.

"Kalau saya melihat bahwa, kalau sudah pernah terjadi dan terjadi lagi, saya curiga pelakunya sama," katanya.

Hardianto menambahkan, "Hari ini kan yang dimolotov Kantor Satpol PP yang notabenenya merupakan kantor pengamanan daerah Provinsi Riau yang punya sistem pengamanan cukup baguslah, walaupun kita kecolongan. Nah gimana lagi nanti rumah masyarakat biasa? Makanya kalau tidak segera masalah ini diamankan, tentu kan akan mengganggu  kondusifitas keamanan di Riau," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, pos jaga Kantor Satpol PP Provinsi Riau di Jalan Letkol Hasan Basri Nomor 04 Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, dilempari bom molotov oleh OTK pada Rabu (29/1) sekitar 20.10 WIB.

Anggota Satpol PP yang berada di lokasi saat kejadian, juga melihat ada dua orang menggunakan motor langsung lari meninggalkan lokasi kejadian.

Sebelumnya, pada 27 Agustus 2019 lalu, pos jaga Satpol PP Pekanbaru mengalami hal serupa. Hingga kini, kasus tersebut belum terungkap.(adv)


Berita Lainnya :
  • Keterangan Plh Bupati Bengkalis Soal Anggaran Penanganan Covid-19
  • Pemda Kampar Naikkan Status Siaga Jadi Tanggap Darurat Covid-19
  • Badria Rikasari Jabat Plt Sekwan Pekanbaru
  • Gubri Gelar Pertemuan Bersama IDI dan PPNI Riau
  • Pemko Pekanbaru akan Salurkan Bantuan Beras dari Pusat ke Warga Terdata DTKS
  • Gubri Semangati Tim Medis Covid-19 Awal Bros
  • Bupati Inhil Inspeksi Mendadak ke Bulog
  • Bupati Rohul Pastikan Stock Beras Aman 6 Bulan Kedepan
  • Komnas HAM Apresiasi Kebijakan Menkumham Bebaskan Ribuan WBP
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan