Rabu, 19 Juni 2024
Follow Us:
11:13 WIB - Pemkab Siak dan Batubara Teken Kesepahaman Bersama | 11:13 WIB - Tarif Parkir Baru untuk Pasar Tradisional Pekanbaru Resmi Diberlakukan | 11:13 WIB - Pj Wali Kota Pekanbaru Ajak Semua Pihak Komitmen Menanggulangi Penyebaran TBC | 11:13 WIB - Kadisdik Komitmen Bersama untuk PPDB Bersih di Riau | 11:13 WIB - Bupati Rohil Pimpin Rapat Persiapan Event Bakar Tongkang 2024 | 11:13 WIB - Pengukuhan Kepala OJK Riau, Ini Harapan Pj Gubri SF Hariyanto
/ Bengkalis / Bengkalis Bebas dari Frambusia, Bupati Kasmarni Terima Sertifikat Kemenkes /
Bengkalis Bebas dari Frambusia, Bupati Kasmarni Terima Sertifikat Kemenkes
Rabu, 09 April 2024 - 16:14:06 WIB

TERKAIT:
   
 
BENGKALIS ( bidikonline) - Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan di Kabupaten Bengkalis, Bupati Bengkalis Kasmarni terima penghargaan dalam bentuk Sertifikat Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Budi Gunadi Sadikin, Rabu (6/3/24) di Puri Agung Convention, Hotel Grand Sahid Jaya.

Pemberian sertifikat tersebut, bersamaan dengan Hari NTD (Neglected Tropical Diseases) sedunia. Bupati Kasmarni mengenakan baju adat kurung Melayu berwarna hitam dan disandingkan kain songket berwarna kuning.

Dari total 416 Kabupaten dan 98 kota di Indonesia, hanya terdapat 99 kabupaten/kota yang menerima sertifikat bebas dari Frambusia atau penyakit patek ini.

Penyerahan sertifikat ini, diberikan karena Kabupaten Bengkalis dinilai sebagai salah satu kabupaten yang berhasil menekan jumlah penyakit frambusia secara permanen, sehingga tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat.

Kesempatan tersebut Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini sejumlah daerah di tanah air masih terdapat beberapa penyakit Frambusia yang menjamur di beberapa daerah. Ketika masih muncul penyakit ini, maka negara ini tandanya masih lemah dalam persoalan penyakit menular dari negara terbelakang itu.

"Maka dari itu, kami menargetkan pada tahun 2027, Indonesia harus menjadi negara di regional Asia Tenggara yang bebas penyakit Frambusia," ujar Menkes Budi.

Dalam mencapai target tersebut sambungnya, tentunya harus ada kolaborasi dan sinergitas dari seluruh pihak baik dari pemerintah daerah, TNI/Polri, serta masyarakat yang harus berperan aktif dalam mensosialisasikan dan melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit ini.

"Maka dari itu, kami memberikan sertifikat ini sebagai bentuk apresiasi kami kepada daerah-daerah yang telah bebas Frambusia agar kabupaten/kota lain tentunya bisa termotivasi dalam upaya pencegahan penyakit Frambusia ini," katanya lagi.

"Pada seluruh bupati walikota mari bersama-sama dalam penanggulangi penyakit tropis terabaikan NTD dengan membuat lingkungan yang bersih antara lain selalu cuci tangan pakai sabun, jalan pakai sandal, tidak BAB sembarangan dan pelihara lingkungan dari perkembangan nyamuk," imbau Menkes.

Sementara itu, Bupati Bengkalis Kasmarni usai menghadiri kegiatan tersebut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih dari seluruh pihak perangkat daerah yang telah mendukung pemerintah dalam upaya mengatasi penyakit Frambusia di Kabupaten Bengkalis.

"Penyakit menular ini, berkaitan dengan kesehatan masyarakat serta pola hidup di lingkungan masing-masing, maka dari itu kita semua harus tetap menjaga kebersihan lingkungan serta menerapkan prilaku hidup yang bersih," ucap Kasmarni.

Dikatakan bupati perempuan pertama di Kabupaten Bengkalis ini, seluruh masyarakat dan perangkat daerah harus bekerja sama dan berkolaborasi dalam mempertahankan dan berkomitmen dalam mempertahankan nol kasus Frambusia di Kabupaten Bengkalis.

"Maka dari itu kepada perangkat daerah serta perangkat kecamatan hingga ke Perangkat Desa, kita harus terus saling kordinasi, kolaborasi, dan tanggap dengan kesehatan masyarakat, ketika ada laporan masyarakat yang terdampak penyakit tersebut, segera laporkan kepada unit pelayanan kesehatan terdekat, supaya tidak terjadi penularan yang lebih lanjut," ucap Kanjeng Mas Tumenggung Kasmarni Purbaningtyas.

Pada penyerahan penghargaan tersebut Bupati Bengkalis didampingi oleh Sekretatis Daerah dr. Ersan Saputra TH dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkalis Ermanto, SKM, MKM.

Sekda Bengkalis Ersan Saputra menambahkan, bahwa dengan bebasnya penyakit Frambusia di Kabupaten Bengkalis diharapkan para petugas kesehatan terus bekerja profesional dalam menuntaskan berbagai penyakit tropis terabaikan Neglected Tropical Diseases (NTD) seperti Frambusia, Kusta, Kaki Gajah, Cacingan dan Demam Keong.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinkes Bengkalis Ermanto mengatakan, hanya 4 kabupaten/kota di Provinsi Riau mendapatkan penghargaan yakni Bengkalis, Kampar, Rokan Hulu dan Rokan Hilir.

"Kami juga terus bekerja dalam menuntaskan penyakit lainnya dalam mewujudkan masyarakat Kabupaten Bengkalis yang sehat," tegas ASN yang akrab disapa Eeng ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bengkalis, Irawadi, SKM, MPH mengatakan, bahwa kasus Frambusia memang sudah nihil di Kabupaten Bengkalis, dari data terakhir dari 158 suspek diperiksa seluruhnya negatif.

Hal ini ditunjang dengan program Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan 100 persen penjaringan kesehatan anak sekolah yang mempercepat bebas penyakit Frambusia.

"Terhadap penyakit lainnya seperti Kusta dan Kaki Gajah Kabupaten Bengkalis juga sedang berproses menuju eliminasi," imbuhnya.

Apa itu Frambusia? Frambusia adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum pertenue. Infeksi ini biasanya terjadi di negara wilayah tropis yang memiliki sanitasi buruk, seperti Afrika, Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Oceania.

Frambusia dikenal juga sebagai frambesia tropica atau patek. Penyakit ini bisa menular melalui kontak langsung dengan ruam pada kulit yang terinfeksi. Pada awalnya, frambusia hanya akan menyerang kulit. Namun, seiring berjalannya waktu, penyakit ini juga dapat menyerang tulang dan sendi.(alodokter)

Penyebab Frambusia atau yaws terjadi akibat infeksi bakteri Treponema pallidum pertenue. Bakteri penyebab frambusia dapat masuk ke dalam tubuh seseorang melalui luka terbuka atau goresan di kulit. Cara penularannya adalah melalui kontak langsung dengan ruam kulit pada penderita frambusia.***


Berita Lainnya :
  • Pemkab Siak dan Batubara Teken Kesepahaman Bersama
  • Tarif Parkir Baru untuk Pasar Tradisional Pekanbaru Resmi Diberlakukan
  • Pj Wali Kota Pekanbaru Ajak Semua Pihak Komitmen Menanggulangi Penyebaran TBC
  • Kadisdik Komitmen Bersama untuk PPDB Bersih di Riau
  • Bupati Rohil Pimpin Rapat Persiapan Event Bakar Tongkang 2024
  • Pengukuhan Kepala OJK Riau, Ini Harapan Pj Gubri SF Hariyanto
  • Pemko Pekanbaru Siap Sukseskan Pilkada 2024 dengan Persiapan Matang
  • Terkait Keberlangsungan Media Pers di Riau, SPS Riau Gelar Bimtek
  • Bus Study Tour Siswa SD Tabrak Truk di Jalan Lintas Timur
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan