Komisi IV DPRD Provinsi Riau menegaskan beberapa hal penting saat menggelar hearing dengan PLN Wilayah Riau Kepri, Senin (8/6/2020). Komisi IV DPRD Provinsi Riau menegaskan beberapa hal penting saat menggelar hearing dengan PLN Wilayah Riau Kepri, Senin (8/6/2020).
Rabu, 21 Oktober 2020
Follow Us:
Selasa, 20 Oktober 2020 - 18:30 WIB
Gubri Imbau Masyarakat Manfaatkan Potensi Riau
Selasa, 20 Oktober 2020 - 18:26 WIB
Pemprov Siap Fasilifasi UMKM Desa Kampar
Selasa, 20 Oktober 2020 - 18:23 WIB
Puskesmas Tanah Merah, Inhil Raih Penghargaan Nasional
18:23 WIB - Wanita di Pekanbaru Nyaris Diperkosa Ponakan Sendiri | 18:23 WIB - Ini Sanksi Bagi yang Melanggar Protokol Kesehatan di Pekanbaru | 18:23 WIB - Gubri Imbau Masyarakat Manfaatkan Potensi Riau | 18:23 WIB - Pemprov Siap Fasilifasi UMKM Desa Kampar | 18:23 WIB - Puskesmas Tanah Merah, Inhil Raih Penghargaan Nasional | 18:23 WIB - Gubri Panen Ikan Lele dan Buka Pameran UMKM di Kampar
/ Riau / DPRD Riau Ingatkan Kebijakan PLN Jangan Korbankan Masyarakat /
DPRD Riau Ingatkan Kebijakan PLN Jangan Korbankan Masyarakat
Senin, 08 Juni 2020 - 18:37:43 WIB


PEKANBARU (Bidikonline.com) - Komisi IV DPRD Provinsi Riau menegaskan beberapa hal penting saat menggelar hearing dengan PLN Wilayah Riau Kepri, Senin (8/6/2020).

Dalam rapat yang berlangsung cukup panjang tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Riau, Parisman Ikhwan mengatakan meminta agar jangan masyarakat jadi korban atas kebijakan-kebijakan yang dibuat PLN.

"Kami minta tadi jangan ada kenaikan tarif dan jangan masyarakat jadi korban, masyarakat sudah terpuruk ekonominya dan lelah dengan kondisi hari ini. Kami juga meminta tadi kan GM PLN bilang ada relaksasi tiga bulan untuk keringanan pembayaran tagihan, yakni dengan menyicil. Tapi kita minta relaksasi ini harus dilakukan sampai bulan Desember 2020," papar Parisman Ikhwan.

Politisi Golkar ini menambahkan, bahwa PLN Riau juga harus meminta maaf dengan masyarakat Riau yang merasa dirugikan dengan hal ini.

Sementara itu, GM PLN WRKR, Daru Tri Tjahjono mengatakan, bahwa terjadinya lonjakan tersebut, karena pada dua bulan sebelumnya yang diambil adalah penghitungan rata-rata, dan pada bulan ini normal.

"Padahal pada dua bulan sebelumnya rekeningnya sebenarnya riil pemakaian di pelanggan itu bertambah, maka setelah dibaca benar, terjadi pelonjakan, kenaikan dari pemakaian tersebut terakumulasi," katanya.

"Ada keringanan untuk cicil bayar. Untuk cicil bayarnya, misalnya tagihannya biasa Rp 500 ribu, terus misalnya naik jadi Rp 1 juta, cicil bayarnya, yang Rp 500 ribu ini lah kita bagi empat, yang 40 persen dari Rp 500 ribu, kita tambahkan pada bulan ini. Dan yang 60 persen dari Rp 500 ribu itu dicicil pada tiga bulan berikutnya," paparnya.(ckp)


Berita Lainnya :
  • Wanita di Pekanbaru Nyaris Diperkosa Ponakan Sendiri
  • Ini Sanksi Bagi yang Melanggar Protokol Kesehatan di Pekanbaru
  • Gubri Imbau Masyarakat Manfaatkan Potensi Riau
  • Pemprov Siap Fasilifasi UMKM Desa Kampar
  • Puskesmas Tanah Merah, Inhil Raih Penghargaan Nasional
  • Gubri Panen Ikan Lele dan Buka Pameran UMKM di Kampar
  • PJs Bupati Kuansing, Panen Padi di Desa Teberau Panjang
  • Gubri Minta Daerah Tak Andalkan Pekanbaru Rawat Pasien Covid-19
  • Pemkab Kampar Percepat Program Usulan Pemekaran 19 Kelurahan/Desa Di 16 kecamatan
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan