Google membuka Google Maps Platform ke publik, yang artinya pengembang game bisa menggunakan data yang ada di peta digital tersebut di g...[read more] "> Google membuka Google Maps Platform ke publik, yang artinya pengembang game bisa menggunakan data yang ada di peta digital tersebut di g" />
Minggu, 25 Oktober 2020
Follow Us:
14:14 WIB - Gubri Syamsuar Panen Buah di Kebun Edukasi Rohil | 14:14 WIB - Walikota Pekanbaru: Peran Petani Besar dalam Jaga Ketahanan Pangan | 14:14 WIB - Bupati Kuansing Larang ASN Keluar Daerah Saat Libur Panjang | 14:14 WIB - Musprov IV APINDO Dibuka Sekdaprov | 14:14 WIB - Tokoh Masyarakat : Hidup Sederhana dan Dekat dengan Masyarakat Itu Ada di Paslon No 4 ESA Mantab | 14:14 WIB - Polda Riau Dalami Bukti Dugaan Pemalsuan Data Pasien Covid-19
/ Entertainment / Google Buka Platform Maps untuk Pengembang Game /
Google Buka Platform Maps untuk Pengembang Game
Jumat, 19 Juni 2020 - 20:30:22 WIB

 
JAKARTA (Bidikonline.com) - Google membuka Google Maps Platform ke publik, yang artinya pengembang game bisa menggunakan data yang ada di peta digital tersebut di game buatannya.

Artinya pengembang bisa membuat game semacam Pokemon Go dengan memanfaatkan data dari peta digital Google tersebut. Pokemon Go dibuat oleh Niantic, yang sebelumnya adalah startup binaan Google.

Data ini sebenarnya sudah dibuka oleh Google sejak Maret 2018, namun ketersediaannya terbatas pada beberapa studio game. Sejauh ini baru ada 10 game yang dibuat dengan memanfaatkan platform Maps ini.

Langkah Google untuk mempublikasikan data ini dilakukan karena banyak studio game indie dan berbagai pengembang lain menyatakan ketertarikannya untuk memakai platform tersebut. Jadi Google pun kemudian meningkatkan infrastrukturnya agar para developer bisa menggunakan data tersebut.

Tak cuma itu, Google sampai menawarkan software development kit (SDK) untuk mempermudah developer mengembangkan gamenya sendiri, serupa dengan yang dilakukan Unity lewat game engine-nya, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (19/6/2020).

Lewat platform ini, developer game bisa melakukan hal-hal menarik seperti mentransformasi lokasi di dunia nyata, atau pusat keramaian yang ada di Maps ke dalam gamenya. Google pun menambahkan sejumlah fitur baru ke platform.

Salah satunya adalah dengan menampilkan gambar dengan detail lebih tinggi untuk objek yang lokasinya berdekatan dengan pemain, sementara objek yang lebih jauh akan ditampilkan dengan tingkat detail yang lebih rendah. Tujuannya adalah untuk meringankan beban kerja sistem yang kemudian bisa mengurangi konsumsi daya baterai. (rsc)


Berita Lainnya :
  • Gubri Syamsuar Panen Buah di Kebun Edukasi Rohil
  • Walikota Pekanbaru: Peran Petani Besar dalam Jaga Ketahanan Pangan
  • Bupati Kuansing Larang ASN Keluar Daerah Saat Libur Panjang
  • Musprov IV APINDO Dibuka Sekdaprov
  • Tokoh Masyarakat : Hidup Sederhana dan Dekat dengan Masyarakat Itu Ada di Paslon No 4 ESA Mantab
  • Polda Riau Dalami Bukti Dugaan Pemalsuan Data Pasien Covid-19
  • Bupati Kampar Minta Maksimal Penanganan Covid19 Maupun Antispasi Bencana Alam
  • Gubri Minta Daerah Libatkan Tim Kedokteran
  • DPRD Pekanbaru Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan