Polresta Deli Serdang, Sumatera Utara, mengungkap motif pembunuhan terhadap Suparti (75) oleh anaknya, tersangka Haris (43), di Desa Ban...[read more] "> Polresta Deli Serdang, Sumatera Utara, mengungkap motif pembunuhan terhadap Suparti (75) oleh anaknya, tersangka Haris (43), di Desa Ban" />
Rabu, 23 Juni 2021
Follow Us:
09:24 WIB - Ada Upaya Fitnah dan Pengalihan Isu, Aktivis GAMARI Sampaikan Laporan ke Kejati Riau | 09:24 WIB - Gelar rapat Staff bersama Kepala OPD dan Camat, ini kata Bupati dan Wakil Bupati Siak | 09:24 WIB - TP PKK Siak Siapkan Program Turunkan Angka Stunting | 09:24 WIB - Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke 75, Polres Siak Gelar Donor Darah | 09:24 WIB - Paripurna DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Perlindungan Masyarakat dari Dampak Covid-19 | 09:24 WIB - Laporan Reses Masa Sidang II Dan Laporan Banggar Tentang RPP APBD Kampar 2020
/ Hukum / Tersinggung Dimarahi, Anak Bunuh Ibu Kandungnya /
Tersinggung Dimarahi, Anak Bunuh Ibu Kandungnya
Sabtu, 20 Juni 2020 - 10:07:45 WIB

MEDAN (Bidikonline.com) - Polresta Deli Serdang, Sumatera Utara, mengungkap motif pembunuhan terhadap Suparti (75) oleh anaknya, tersangka Haris (43), di Desa Bangun Rejo, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Motif tersangka bunuh ibu kandungnya karena merasa tersinggung dimarahi oleh korban," kata Kasatreskrim Polresta Deli Serdang Kompol Muhammad Firdaus, Rabu.

Firdaus menjelaskan pada hari Selasa (16/6/2020) tersangka yang baru pulang dari sawah dimarahi oleh korban dengan nada tinggi.

Tersangka merasa tidak terima, langsung mengambil cangkul, lalu memukulkan ke bagian dahi dan belakang telinga sebelah kanan hingga korban meninggal dunia.

"Tersangka merasa kesal karena dirinya capek baru pulang dari sawah tetapi malah dimarahi oleh korban," katanya.

Haris ditangkap setelah membunuh ibu kandungnya pada Selasa (16/6/2020) malam, dikutip dari antara.

Penangkapan terhadap tersangka bermula dari laporan suami korban, Warso (79), yang menemukan korban tewas bersimbah darah pada Selasa (16/6/2020) malam.

Awalnya, kataFirdaus, Warso tidak mengetahui istrinya dibunuh oleh anaknya karena pada saat itu pergi ke masjid untuk melaksanakan salat Maghrib.

Saat kembali ke rumah, Warso mendapati rumah dalam keadaan terkunci. Warso lalu mengetuk pintu, kemudian pintunya dibuka oleh tersangka Haris.

Pada saat itu Warso mencari istrinya di dalam kamar. Akan tetapi, tidak ketemu.

Ia lantas memeriksa dapur, kemudian menemukan istrinya sudah tewas dalam posisi telentang dan bersimbah darah.

Warso langsung menghubungi petugas kepolisian. (hrc)


Berita Lainnya :
  • Ada Upaya Fitnah dan Pengalihan Isu, Aktivis GAMARI Sampaikan Laporan ke Kejati Riau
  • Gelar rapat Staff bersama Kepala OPD dan Camat, ini kata Bupati dan Wakil Bupati Siak
  • TP PKK Siak Siapkan Program Turunkan Angka Stunting
  • Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke 75, Polres Siak Gelar Donor Darah
  • Paripurna DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Perlindungan Masyarakat dari Dampak Covid-19
  • Laporan Reses Masa Sidang II Dan Laporan Banggar Tentang RPP APBD Kampar 2020
  • PJI Pelalawan: Tangkap Pelaku Pembunuh Wartawan
  • PJI Riau Desak Kapolri dan Kapoldasu Ungkap Pelaku Pembunuhan Jurnalis
  • TP PKK Kampar Sasar Desa Sei Lembu Kecamatan Tapung
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan