Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menanam 2.020 batang bibit Mangrove jenis Api-api dan Bakau di daerah Guntung. Penanaman secara simbolis ...[read more] "> Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menanam 2.020 batang bibit Mangrove jenis Api-api dan Bakau di daerah Guntung. Penanaman secara simbolis " />
Rabu, 21 Oktober 2020
Follow Us:
Selasa, 20 Oktober 2020 - 18:30 WIB
Gubri Imbau Masyarakat Manfaatkan Potensi Riau
Selasa, 20 Oktober 2020 - 18:26 WIB
Pemprov Siap Fasilifasi UMKM Desa Kampar
Selasa, 20 Oktober 2020 - 18:23 WIB
Puskesmas Tanah Merah, Inhil Raih Penghargaan Nasional
18:23 WIB - Wanita di Pekanbaru Nyaris Diperkosa Ponakan Sendiri | 18:23 WIB - Ini Sanksi Bagi yang Melanggar Protokol Kesehatan di Pekanbaru | 18:23 WIB - Gubri Imbau Masyarakat Manfaatkan Potensi Riau | 18:23 WIB - Pemprov Siap Fasilifasi UMKM Desa Kampar | 18:23 WIB - Puskesmas Tanah Merah, Inhil Raih Penghargaan Nasional | 18:23 WIB - Gubri Panen Ikan Lele dan Buka Pameran UMKM di Kampar
/ Riau / Gubri Tanam 2.020 Batang Bibit Mangrove dan Bakau di Dumai /
Gubri Tanam 2.020 Batang Bibit Mangrove dan Bakau di Dumai
Senin, 03 Agustus 2020 - 17:58:21 WIB

DUMAI (Bidikonline) - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menanam 2.020 batang bibit Mangrove jenis Api-api dan Bakau di daerah Guntung. Penanaman secara simbolis dilakukan di Bandar Bakau, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai.

Penanaman ribuan Mangrove itu dilakukan dalam rangka Hari Mangrove Sedunia Tahun 2020, yang ditetapkan secara resmi oleh UNESCO dalam sebuah dokumen "Proclamation of the International Day for the Conservation of the Mangrove Ecosystem" November 2015.

Gubri Syamsuar mengatakan, Indonesia memiliki sebaran ekosistem mangrove terluas di dunia, yakni sekitar 20 persen atau 3,31 juta hektare dari luas total mangrove dunia.

Dari luas total tersebut, kata Gubri, seluas 222 ribu hektar lebih berada di provinsi Riau yang tersebar di tujuh Kabupaten/kota. Urutan terluas Indragiri Hilir, menyusul Rokan Hilir, Bengkalis, Meranti, Pelalawan, Kota Dumai dan Siak.

Lebih lanjut Gubri menyebutkan, tekanan dan eksploitasi terhadap ekosistem mangrove disebabkan oleh konversi mangrove menjadi tambak udang liar, perluasan perkebunan kelapa sawit, pembalakan liar dan pembangunan infrastruktur. Ekosistem mangrove yang relatif tidak terganggu tinggal 4.850 hektar, atau jauh menurun dari seluas 261 ribu hektare.

"Untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah nyata dan perhatian kita dalam rangka pemulihan ekosistem mangrove tersebut," harapnya.

Gubri menjelaskan, hutan mangrove merupakan salah satu ekosistem yang paling produktif untuk menyerap karbon dibanding populasi tumbuhan lainnya. Tipologi perakarannya menjadikan vegetasi mangrove mampu menjadi benteng pertahanan dari ancaman abrasi pantai dan interusi air laut, sehingga berperan penting untuk keberlanjutan kehidupan di ekosistem darat.

"Peran penting lainnya, hutan mangrove juga menjadi daerah perlindungan dan perkembangan bagi biota laut, seperti ikan, kepiting, udang dan moluska, serta berbagai jenis satwa seperti monyet, burung dan reptil. Dukungan terhadap sub sektor perikanan komersial maupun terhadap sosial ekonomi masyarakat sekitar yang menggantungkan sumber penghasilan dan makanannya dari hasil perikanan juga sangat nyata.

"Kemudian bentuk manfaat yang tidak dapat diabaikan berupa dukungan dalam pengembangan pariwisata, konservasi, pendidikan dan juga penelitian. Namun pada sisi lain ekosistem mangrove justru merupakan salah satu ekosistem paling terancam di dunia," tutupnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau, Mamun Murod mengatakan, tahun ini Pemerintah RI melalui Presiden melakukan kegiatan penanaman serentak di seluruh Indonesia.

Dia mengatakan, rangkaian kegiatan penanaman serentak ini dimulai di Pulau Sumatera pada 3 Agustus 2020. Selanjutnya kegiatan puncak penanaman

bersama Presiden dipusatkan di Provinsi Bangka Belitung pada tanggal 5 Agustus 2020 dan diikuti oleh seluruh Gubernur se-Sumatera secara virtual bersama Presiden.

"Penanaman mangrove hari ini merupakan salah satu bentuk aksi nyata dan hasil kerjasama para pihak terkait di Provinsi Riau dan Kota Dumai, yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup sebagai bagian dari aksi dan kampanye terkait pentingnya pelestarian dan perbaikan pengelolaan ekosistem mangrove di dunia," terangnya.

"Alhamdulillah pada hari ini akan ditanam sebanyak 2.020 batang bibit mangrove jenis Api-api dan Bakau di daerah Guntung dan secara simbolis dilakukan di Bandar Bakau Kota Dumai," tambahnya.

Hadir dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Riau, Kapolda Riau dan Forkopimda Riau dan Kota Dumai lainnya, serta Walikota Dumai Zulkifli AS. (adv)


Berita Lainnya :
  • Wanita di Pekanbaru Nyaris Diperkosa Ponakan Sendiri
  • Ini Sanksi Bagi yang Melanggar Protokol Kesehatan di Pekanbaru
  • Gubri Imbau Masyarakat Manfaatkan Potensi Riau
  • Pemprov Siap Fasilifasi UMKM Desa Kampar
  • Puskesmas Tanah Merah, Inhil Raih Penghargaan Nasional
  • Gubri Panen Ikan Lele dan Buka Pameran UMKM di Kampar
  • PJs Bupati Kuansing, Panen Padi di Desa Teberau Panjang
  • Gubri Minta Daerah Tak Andalkan Pekanbaru Rawat Pasien Covid-19
  • Pemkab Kampar Percepat Program Usulan Pemekaran 19 Kelurahan/Desa Di 16 kecamatan
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan