Pekanbaru (bidikonline.com) – Pembangunan proyek jalan dan jembatan Sei Siasam ruas jalan Ujung Batu-Rokan-Batas Sumbar disinyalir dike...[read more] "> Pekanbaru (bidikonline.com) – Pembangunan proyek jalan dan jembatan Sei Siasam ruas jalan Ujung Batu-Rokan-Batas Sumbar disinyalir dike" />
Selasa, 01 Desember 2020
Follow Us:
Senin, 30 November 2020 - 07:01 WIB
Kapolda Riau Terima Penghargaan dari Menteri LHK RI
Senin, 30 November 2020 - 06:55 WIB
Bupati Kepulauan Meranti Terima Penghargaan Dwija Praja Nugraha
Senin, 30 November 2020 - 06:52 WIB
Peringatan Puncak HUT KORPRI Ke-49 Tahun 2020
06:52 WIB - APBD Bengkalis 2021 Sebesar 3.2 Triliun | 06:52 WIB - Ambulance Jadi Mobil Pribadi | 06:52 WIB - Kapolda Riau Terima Penghargaan dari Menteri LHK RI | 06:52 WIB - Bupati Kepulauan Meranti Terima Penghargaan Dwija Praja Nugraha | 06:52 WIB - Peringatan Puncak HUT KORPRI Ke-49 Tahun 2020 | 06:52 WIB - Pj Bupati Syahrial Tinjau Proyek Pembangunan Kantor Koramil
/ Pekanbaru / Disinyalir Pekerjaan Proyek Tanpa Pengawasan /
DI SEI SIASAM
Disinyalir Pekerjaan Proyek Tanpa Pengawasan
Kamis, 29 Oktober 2020 - 21:27:13 WIB
Kadis PUPR Riau, M.Taufiq
TERKAIT:
Pekanbaru (bidikonline.com) – Pembangunan proyek jalan dan jembatan Sei Siasam ruas jalan Ujung Batu-Rokan-Batas Sumbar disinyalir dikerjakan asal-asalan. Betapa tidak, proyek APBD Riau tahun 2020 senilai Rp13.465.303.850,61, minim  pengawasan dari pihak pengguna jasa dan penyedia jasa.

Berdasarkan hasil investigasi mimbarkita.com bersama  tim pekan lalu, untuk  pembangunan Jembatan Sei Siasam pada rusa jalan Ujung Batu – Rokan- Batas Sumbar  ditemukan   jenis pekerjaan yaitu  pembangunan jembatan Sei Siasam ,  pekerjaan pengamanan tebing (bronjong)  dan pekerjaan  pemeliharaan jalan.

Dalam perkerjaan pengamanan tebing (bronjong) masih tahap pekerjaan disinyalir pekerjaan pemasangan corocok brojong diduga asal jadi dan untuk pekerjaan pemeliharaan jalan Ujung Batu – Rokan dan Sumbar  masih tahap pekerjaan ditemukan  pekerjaan pecking dilapangan 45 titik yang sudah dikerjakan .

Ironisnya,  proyek program pembangunan jalan dan jembatan yang dikerjakan kontraktor PT. Cahaya Kurnia Riau ini, bernomor Kontrak:  :630/SHPS-PUPRPKPP/BM-PJSS/34/2020 senilai sebesar Rp13.465.303.850,61 disinyalir dikerjakan asal jadi akibat minimnya pengawasan dari pihak terkait.

Seperti yang disampaikan salah seorang tukang kepada mimbarkita.com dilapangan,  bahwa mereka hanya disuruh untuk menyusun batu dan mengikatnya dengan kawat,untuk pengamanan tebing (bronjong).

Masalah kekuatan pengamanan tebing ini,kami kurang ngerti, kami hanya diarahkan begitu saja,”susun batu dan ikat dengan kawat” lalu pergi .Untuk urusan lain kami tidak tau jelas pekerja dan minta namanya jangan disebut. 

Lebih lanjut disampaikan sumber, dulunya untuk mengikat batu pengamanan tebing,kami pekerja banyak didatangkan dari Sumbar sekitar empat puluh orang, sekarang tinggal sepuluh orang, sedangkan untuk pekerja jembataan mereka di datangkan dari Jawa.

Ketika disinggung masalah pemasangan corocok brojong, maaf bu kita kurang ngerti yang jelas kami hanya diarahkan susun batu dan ikat. Kalau masalah pengawas yang ada dilokasi proyek ini, “ Aduuh bu,kita tidak tau kapan pengawasnya datang. Yang kami tau disini, setelah diarahkan yahhh sudah, kami kerja sendiri. Kalau mereka(pengawas-red) datang bisa dihitung jari ke sini,apalagi tempatnya cukup jauh, jelas sumber

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Propinsi Riau, Taufiq melalui Kepala Bidang (Kabid), Arif kepada wartawan mengakui bahwa pengawas tidak setiap turun lapangan.Tapi mereka (pengawas-red) datang sekali seminggu, hari senin turun kesana untuk memantau, jelasnya

Sedangkan untuk perkerjaan papan pada jembatan yang digunakan sebagai alas, ditimbun papan  dan kayu bekas. Arif menjelalskan, bahwa papan tidak sebagai alas atau dimasukkan kedalam, itu tidak benar.

Tapi sebagai jembatan jalannya angkong untuk mengangkat atau memasukkan batu-batu ke dalam atau sebagai kedudukan angkong,dan saat itu ada pengawasnya mereka tau, jelas kabid

Terkait masalah pekerjaan pemeliharaan jalan, terdapat pekerjaan peching ditemukan dilapangan 45 titik, menurut Arif itu masih dalam tahap proses pekerjaan, mungkin hitungan 45 titik itu dari jembatan,dan diluar dari itu masih ada lagi ke depannya. Nah, ini berbalik sama orang abang bukan berarti saya melarang tapi saya (Arif-red) sudah menjawab dan memberi penjelasan, jelasnya  (rls/Lina)

   
 
 
 

 



Berita Lainnya :
  • APBD Bengkalis 2021 Sebesar 3.2 Triliun
  • Ambulance Jadi Mobil Pribadi
  • Kapolda Riau Terima Penghargaan dari Menteri LHK RI
  • Bupati Kepulauan Meranti Terima Penghargaan Dwija Praja Nugraha
  • Peringatan Puncak HUT KORPRI Ke-49 Tahun 2020
  • Pj Bupati Syahrial Tinjau Proyek Pembangunan Kantor Koramil
  • Pj Bupati Bengkalis Tinjau Pembangunan Proyek 2020
  • Sudah 336 Tenaga Kesehatan di Riau Positif Covid-19
  • Bawaslu Siak Gelar Deklarasi Tolak Politik Uang
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan