Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Undang Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law Cipta Kerja pada Senin (2/11/2020). UU Cipt...[read more] "> Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Undang Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law Cipta Kerja pada Senin (2/11/2020). UU Cipt" />
Jum'at, 04 Desember 2020
Follow Us:
22:31 WIB - Di guyur hujan detik-detik inti deklarasi pilkada peduli pemilu anti money politik tetap dilanjutkan | 22:31 WIB - Bupati Inhil : Selamat Bertugas dan Tanamkan Semangat Kerja Keras | 22:31 WIB - Kampar Terima Hibah Pengadaan Sumur Bor Air Bersih Rp.1.5 M | 22:31 WIB - Bupati Kampar Hadiri Rakorwasda Tahun 2020 | 22:31 WIB - Pemkab Kampar Terima Kunjungan Study Komparatif Tim Konflik Sosial kota Padang Panjang | 22:31 WIB - Tutup Pelatihan Merajut; Ketua Dekranasda Minta Dikembangkan lagi di Desa
/ Nasional / Diteken Jokowi, UU Cipta Kerja Resmi Berlaku /
Diteken Jokowi, UU Cipta Kerja Resmi Berlaku
Selasa, 03 November 2020 - 13:54:45 WIB

Bidikonline - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Undang Undang Cipta Kerja atau Omnibus Law Cipta Kerja pada Senin (2/11/2020). UU Cipta Kerja telah diundangkan dengan nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

Dalam Salinan Undang-undang Cipta Kerja telah diunggah di situs Setneg.go.id, UU Cipta Kerja berjumlah 1.187 halaman. Setelah ditandatangani Jokowi, UU Cipta Kerja sudah mulai berlaku sejak diundangkan.

"Undang-undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan," bunyi Pasal 186 yang dikutip Suara.com dari salinan UU Cipta Kerja, Senin (2/11/2020) malam.

Diketahui, naskah draft RUU Cipta Kerja mengalami perubahan jumlah halaman. Semula ada versi 1.208 halaman yang diunggah situs DPR. Kemudian saat dibacakan saat sidang Paripurna berjumlah 905 halaman.

Tak hanya itu ada versi jumlah halaman draft UU Cipta Kerja sebanyak 1.052 halaman dan 1.035 halaman. Namun saat diserahkan kepada pemerintah oleh DPR jumlah halaman sebanyak 812 halaman yang merupakan draft final.

Adapun dari salinan UU Cipta Kerja yang diunggah di Setneg.go.id berjumlah 1.187 halaman.

Sebelumnya Menteri Sekretariat Negara Pratikno menuturkan bahwa format yang disiapkan Kementerian Sekretariat Negara yakni 1.187 halaman. Draft tersebut kata Pratikno sama dengan naskah yang diserahkan ke Presiden. Sehingga substansi draft RUU Cipta Kerja tidak mengalami perubahan.

"Substansi RUU Cipta Kerja dalam format yang disiapkan Kemensetneg (1187 halaman) sama dengan naskah RUU Cipta Kerja yang disampaikan oleh DPR kepada Presiden," ujar Pratikno kepada wartawan, Kamis (22/10/2020).

Pratikno menuturkan sebelum naskah draft RUU Cipta Kerja diserahkan ke Jokowi, Kemensesneg melakukan penyesuaian dan pengecekan teknis sebelum diundangkan. Setiap perbaikan teknis yang dilakukan Kemensesneg terkait naskah draft UU, sudah melalui di persetujuan Ketua Baleg DPR Supratman Andi Agtas. (rlc)


Berita Lainnya :
  • Di guyur hujan detik-detik inti deklarasi pilkada peduli pemilu anti money politik tetap dilanjutkan
  • Bupati Inhil : Selamat Bertugas dan Tanamkan Semangat Kerja Keras
  • Kampar Terima Hibah Pengadaan Sumur Bor Air Bersih Rp.1.5 M
  • Bupati Kampar Hadiri Rakorwasda Tahun 2020
  • Pemkab Kampar Terima Kunjungan Study Komparatif Tim Konflik Sosial kota Padang Panjang
  • Tutup Pelatihan Merajut; Ketua Dekranasda Minta Dikembangkan lagi di Desa
  • ASN Pemprov Riau Diajak Doakan Gubri Agar Cepat Sembuh
  • Wagubri Hadiri Pelantikan Pengurus Hebitren Riau
  • Rehabilitasi Mangrove Libatkan Kelompok Tani Kawasan Pesisir
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan