Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati Rahmat mengaku kesal karena tak diperkenankan untuk menyuarakan pendapatnya pada rapat paripurna ...[read more] "> Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati Rahmat mengaku kesal karena tak diperkenankan untuk menyuarakan pendapatnya pada rapat paripurna " />
Rabu, 23 Juni 2021
Follow Us:
09:24 WIB - Ada Upaya Fitnah dan Pengalihan Isu, Aktivis GAMARI Sampaikan Laporan ke Kejati Riau | 09:24 WIB - Gelar rapat Staff bersama Kepala OPD dan Camat, ini kata Bupati dan Wakil Bupati Siak | 09:24 WIB - TP PKK Siak Siapkan Program Turunkan Angka Stunting | 09:24 WIB - Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke 75, Polres Siak Gelar Donor Darah | 09:24 WIB - Paripurna DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Perlindungan Masyarakat dari Dampak Covid-19 | 09:24 WIB - Laporan Reses Masa Sidang II Dan Laporan Banggar Tentang RPP APBD Kampar 2020
/ Riau / Ade Hartati Kesal, Ikuti Paripurna Secara Virtual Tapi Tak Diperkenankan Bicara /
Ade Hartati Kesal, Ikuti Paripurna Secara Virtual Tapi Tak Diperkenankan Bicara
Senin, 07 Juni 2021 - 18:18:42 WIB

PEKANBARU (Bidikonline) - Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati Rahmat mengaku kesal karena tak diperkenankan untuk menyuarakan pendapatnya pada rapat paripurna DPRD Riau, dimana ia mengikutinya melalui virtual Zoom, Senin (7/6/2021).

Rapat dengan beberapa agenda itu, antara lain pandangan umum fraksi terhadap Ranperda LKPJ Gubri tahun 2020 tersebut langsung dihadiri oleh Gubernur Riau, Syamsuar dan dipimpin oleh ketua DPRD Riau, Yulisman.

Kepada CAKAPLAH.com, Ade Hartati mengaku kesal lantaran tidak bisa menghidupkan microphone-nya secara virtual, sehingga suaranya tak terdengar di forum, padahal ada beberapa hal yang ingin dia sampaikan ke Gubernur.

Untuk diketahui, sejak pandemi Covid-19 sampai ke Riau, rapat paripurna DPRD Riau dilaksanakan secara terbatas, peserta rapat tidak lagi mewajibkan wakil rakyat hadir fisik, cukup perwakilan fraksi dan komisi.

"Pimpinan, mohon setiap rapat paripurna kami yang mengikuti secara virtual diberi kesempatan bicara. Admin jangan meng-mute. Beri kami hak bicara. Jangan jadikan kami seperti hanya menjadi 'cap stempel' dalam rapat paripurna melalui Zoom Meeting ini," tegas Ade Hartati.

Politisi PAN ini mengatakan, bahwa ada beberapa hal yang ingin disampaikannya di hadapan Gubernur Riau, namun tidak bisa lantaran tak diberi kesempatan.

"Ada yang ingin saya sampaikan. Antara lain keprihatinan atas ketidak mampuan Gubernur dalam mengendalikan pendemi," cakapnya.

Selanjutnya, ia juga ingin menyampaikan keprihatinan atas keputusan Gubernur mengangkat orang-orang yang bermasalah dalam kasus hukum Tipikor.

"Saya berharap ini jadi atensi ke depannya," tukasnya. (ckp)



Berita Lainnya :
  • Ada Upaya Fitnah dan Pengalihan Isu, Aktivis GAMARI Sampaikan Laporan ke Kejati Riau
  • Gelar rapat Staff bersama Kepala OPD dan Camat, ini kata Bupati dan Wakil Bupati Siak
  • TP PKK Siak Siapkan Program Turunkan Angka Stunting
  • Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke 75, Polres Siak Gelar Donor Darah
  • Paripurna DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Perlindungan Masyarakat dari Dampak Covid-19
  • Laporan Reses Masa Sidang II Dan Laporan Banggar Tentang RPP APBD Kampar 2020
  • PJI Pelalawan: Tangkap Pelaku Pembunuh Wartawan
  • PJI Riau Desak Kapolri dan Kapoldasu Ungkap Pelaku Pembunuhan Jurnalis
  • TP PKK Kampar Sasar Desa Sei Lembu Kecamatan Tapung
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan