Seorang anggota Brimob Polda Sumatera Barat (Sumbar) Brigadir AY telah kabur atau meninggalkan tugasnya saat berada di tempat tugasnya d...[read more] "> Seorang anggota Brimob Polda Sumatera Barat (Sumbar) Brigadir AY telah kabur atau meninggalkan tugasnya saat berada di tempat tugasnya d" />
Rabu, 23 Juni 2021
Follow Us:
09:24 WIB - Ada Upaya Fitnah dan Pengalihan Isu, Aktivis GAMARI Sampaikan Laporan ke Kejati Riau | 09:24 WIB - Gelar rapat Staff bersama Kepala OPD dan Camat, ini kata Bupati dan Wakil Bupati Siak | 09:24 WIB - TP PKK Siak Siapkan Program Turunkan Angka Stunting | 09:24 WIB - Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke 75, Polres Siak Gelar Donor Darah | 09:24 WIB - Paripurna DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Perlindungan Masyarakat dari Dampak Covid-19 | 09:24 WIB - Laporan Reses Masa Sidang II Dan Laporan Banggar Tentang RPP APBD Kampar 2020
/ Lintas Nusantara / Brimob Sumbar Kabur saat Tugas di Papua, Ini Kata Psikolog /
Brimob Sumbar Kabur saat Tugas di Papua, Ini Kata Psikolog
Selasa, 08 Juni 2021 - 15:53:32 WIB

BIDIKONLINE - Seorang anggota Brimob Polda Sumatera Barat (Sumbar) Brigadir AY telah kabur atau meninggalkan tugasnya saat berada di tempat tugasnya di Base Camp Mile 39 objek vital Freeport, Papua. Alasan kaburnya Brigadir AY karena mengaku adanya masalah keluarga.

Menanggapi hal itu, Reza Indragiri selaku Psikologi Forensik tidak membenarkan apa yang telah dilakukan oleh Brigadir AY tersebut.

"Apa pun alasannya, pada dasarnya meninggalkan tugas tidak bisa dibenarkan, dengan asumsi bahwa kaburnya yang bersangkutan disebabkan adanya masalah keluarga," kata Reza Indragiri saat dihubungi, Senin (7/6).

Menurutnya, dengan adanya kejadian tersebut perlu adanya memperhatikan psikologis serta kesehatan seorang anggota yang akan diperbantukan ke wilayah lain. Namun, perhatian itu dilakukan bukan disaat ditugaskan ke wilayah lain melainkan dalam kegiatan sehari-harinya.

"Ini sesuai dengan salah satu isu kepolisian yang sudah saya angkat sejak bertahun-tahun silam. Bahwa, ketika personel berperilaku bermasalah, boleh jadi sedikit banyak ada kontribusi lembaga terhadap, katakanlah memburuknya kondisi personel tersebut.
 
Di kalangan polisi memang kerap berkembang subkultur pengingkaran," jelasnya.

"Mereka harus menutup-nutupi segala masalah yang ada. Pengakuan capek, takut, sedih dan sejenisnya harus diredam, ditutupi dengan, 'Siap. Delapan enam. Perintah, Komandan'," sambungnya.

"Walau bagaimanapun mereka punya kondisi yang berfluktuasi. Sementara, penugasan khusus butuh vitalitas tinggi. Kita tentu ingin operasi khusus berjalan dengan baik, antara lain berkat dukungan personel yang juga dalam kondisi prima. Sekali lagi, kondisi mereka jangan ditinjau hanya menjelang keberangkatan," sambungnya.

Oleh karena itu, ia ingin perlu ada perhatian yang khusus terhadap seorang anggota atau personel. Karena, kepolisian dinilainya merupakan lembaga atau organisasi yang mempunyai tingkat stres tertinggi.

"Jika tidak terkelola, bisa mewujudkan ke perilaku desersi, membangkang, apatisme, dan kekerasan (baik terhadap diri sendiri maupun pihak lain)," ujarnya.

Audit Sistem Lembaga

Dengan adanya kejadian ini, ia ingin agar pemeriksaan juga dilakukan terhadap lembaga yang telah memberikan tugas kepada Brigadir AY.

"Jadi, idealnya, pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap personel yang kabur tersebut. Sejauh apa atensi lembaga terhadap yang bersangkutan juga perlu diaudit. Siapa tahu ada sistem yang tidak berjalan atau fungsi kepemimpinan yang tidak ditegakkan," tutupnya.(rlc)


Berita Lainnya :
  • Ada Upaya Fitnah dan Pengalihan Isu, Aktivis GAMARI Sampaikan Laporan ke Kejati Riau
  • Gelar rapat Staff bersama Kepala OPD dan Camat, ini kata Bupati dan Wakil Bupati Siak
  • TP PKK Siak Siapkan Program Turunkan Angka Stunting
  • Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke 75, Polres Siak Gelar Donor Darah
  • Paripurna DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Perlindungan Masyarakat dari Dampak Covid-19
  • Laporan Reses Masa Sidang II Dan Laporan Banggar Tentang RPP APBD Kampar 2020
  • PJI Pelalawan: Tangkap Pelaku Pembunuh Wartawan
  • PJI Riau Desak Kapolri dan Kapoldasu Ungkap Pelaku Pembunuhan Jurnalis
  • TP PKK Kampar Sasar Desa Sei Lembu Kecamatan Tapung
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan