Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru akhirnya menarik seluruh dosis vaksin Covid-19 di rumah sakit. Proses penarikan dosis vaksin di r...[read more] "> Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru akhirnya menarik seluruh dosis vaksin Covid-19 di rumah sakit. Proses penarikan dosis vaksin di r" />
Rabu, 23 Juni 2021
Follow Us:
09:24 WIB - Ada Upaya Fitnah dan Pengalihan Isu, Aktivis GAMARI Sampaikan Laporan ke Kejati Riau | 09:24 WIB - Gelar rapat Staff bersama Kepala OPD dan Camat, ini kata Bupati dan Wakil Bupati Siak | 09:24 WIB - TP PKK Siak Siapkan Program Turunkan Angka Stunting | 09:24 WIB - Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke 75, Polres Siak Gelar Donor Darah | 09:24 WIB - Paripurna DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Perlindungan Masyarakat dari Dampak Covid-19 | 09:24 WIB - Laporan Reses Masa Sidang II Dan Laporan Banggar Tentang RPP APBD Kampar 2020
/ Pekanbaru / Diskes Pekanbaru Tarik Sementara Ribuan Dosis Vaksin /
Diskes Pekanbaru Tarik Sementara Ribuan Dosis Vaksin
Kamis, 10 Juni 2021 - 08:39:42 WIB

PEKANBARU (Bidikonline)  - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru akhirnya menarik seluruh dosis vaksin Covid-19 di rumah sakit. Proses penarikan dosis vaksin di rumah sakit berlangsung hingga, Selasa (8/6) sore.

Mereka sudah menarik ribuan dosis vaksin dari 28 rumah sakit. Total ada 916 vial vaksin Covid-19 yang udah ditarik.

"Kita sudah tarik vaksin yang ada di seluruh rumah sakit," terang Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Arnaldo Eka Putra, Rabu (9/6).

Total keseluruhan ada 6.190 dosis vaksin yang ditarik sementara. Ribuan dosis vaksin sudah tersimpan di Instalasi Farmasi Kesehatan (IFK) Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Jalan Garuda.

"Kita sudah tarik semua dari rumah sakit. Seluruh vaksin tersimpan di IFK," jelasnya.

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melakukan penarikan terhadap seluruh dosis vaksin Covid-19 di rumah sakit. Adanya penarikan vaksin ini dalam rangka evaluasi pelaksanaan vaksinasi.

Arnaldo menyebut bahwa penarikan dosis vaksin karena terdapat data yang tidak cocok. Pihaknya menemukan data vaksin di rumah sakit yang tidak sesuai dengan jumlah persediaan dosis vaksin.

Data jumlah vaksin seharusnya terdapat dalam Sistem Monitoring Imunisasi Logistik secara Elektronik (SMILE). Ia menyebut bahwa yang jadi persoalan vaksin disuntikan tapi tidak cocok dengan data P-care.

Pihak rumah sakit mestinya memasukkan data warga yang sudah suntik vaksin dalam data P-Care. Data ini masuk dalam sistem komputer. (Kominfo)


Berita Lainnya :
  • Ada Upaya Fitnah dan Pengalihan Isu, Aktivis GAMARI Sampaikan Laporan ke Kejati Riau
  • Gelar rapat Staff bersama Kepala OPD dan Camat, ini kata Bupati dan Wakil Bupati Siak
  • TP PKK Siak Siapkan Program Turunkan Angka Stunting
  • Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke 75, Polres Siak Gelar Donor Darah
  • Paripurna DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Perlindungan Masyarakat dari Dampak Covid-19
  • Laporan Reses Masa Sidang II Dan Laporan Banggar Tentang RPP APBD Kampar 2020
  • PJI Pelalawan: Tangkap Pelaku Pembunuh Wartawan
  • PJI Riau Desak Kapolri dan Kapoldasu Ungkap Pelaku Pembunuhan Jurnalis
  • TP PKK Kampar Sasar Desa Sei Lembu Kecamatan Tapung
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan