Ketua Harian umum DPP MOI juga skaligus menjadi Dewas BPJS kesehatan beri peringatan keras terhadap pihak RS dan klinik yang bermitra tid...[read more] "> Ketua Harian umum DPP MOI juga skaligus menjadi Dewas BPJS kesehatan beri peringatan keras terhadap pihak RS dan klinik yang bermitra tid" />
Rabu, 23 Juni 2021
Follow Us:
09:24 WIB - Ada Upaya Fitnah dan Pengalihan Isu, Aktivis GAMARI Sampaikan Laporan ke Kejati Riau | 09:24 WIB - Gelar rapat Staff bersama Kepala OPD dan Camat, ini kata Bupati dan Wakil Bupati Siak | 09:24 WIB - TP PKK Siak Siapkan Program Turunkan Angka Stunting | 09:24 WIB - Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke 75, Polres Siak Gelar Donor Darah | 09:24 WIB - Paripurna DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Perlindungan Masyarakat dari Dampak Covid-19 | 09:24 WIB - Laporan Reses Masa Sidang II Dan Laporan Banggar Tentang RPP APBD Kampar 2020
/ Lintas Nusantara / Ketum DPP MOI yang Mejabat Dawas BPJS Kesehatan, tidak Dipungut Biaya /
Ketum DPP MOI yang Mejabat Dawas BPJS Kesehatan, tidak Dipungut Biaya
Kamis, 10 Juni 2021 - 14:23:26 WIB

Lampung Utara (Bidikonline) -
Ketua Harian umum DPP MOI juga skaligus menjadi Dewas BPJS kesehatan beri peringatan keras terhadap pihak RS dan klinik yang bermitra tidak pungut biaya berobat  kepada peserta BPJS kesehatan

Dewan Pengawas (Dewas) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, memberi peringatan keras terhadap pihak Rumah Sakit (RS) dan Klinik yang bermitra dengan BPJS Kesehatan terkait pungutan biaya berobat bagi peserta BPJS Kesehatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Dewas BPJS Kesehatan, Siruaya Utamawan, S.E., kepada wartawan, Jumat 4 Juni 2021 via telepon.

"Hal-hal seperti itu (pungutan biaya, red) sangat-sangat melukai perasaan Peserta BPJS Kesehatan. Pihak Rumah Sakit dan Klinik mitra BPJS Kesehatan tidak boleh memungut biaya pengobatan karena peserta sudah ditanggung dengan skema JKN," ujar Siruaya.

Ditegaskannya, pihak klinik ataupun rumah sakit yang bermitra tidak diperkenankan untuk mengambil uang dari Peserta BPJS Kesehatan, jika itu berkaitan dengan pembayaran obat maupun pelayanan.

Lebih jauh dikatakan Siruaya, peringatan ini berdasarkan adanya penemuan di lapangan dan atau laporan dari peserta BPJS Kesehatan yang dipungut biaya.

"Beberapa temuan kita di lapangan adanya Peserta BPJS Kesehatan diminta duit (Uang) dengan berbagai macam alasan, ada juga yang dikasih resep untuk menembus obat dengan alasan stok obat habis, mestinya itu tidak boleh terjadi, jika ada dipungut biaya begitu, segera lapor ke kantor BPJS Kesehatan terdekat atau bisa juga lapor ke saya," tegas Siruaya yang juga merupakan Ketua Harian DPP MOI (Perkumpulan Media Online Indonesia) itu.
( heri )


Berita Lainnya :
  • Ada Upaya Fitnah dan Pengalihan Isu, Aktivis GAMARI Sampaikan Laporan ke Kejati Riau
  • Gelar rapat Staff bersama Kepala OPD dan Camat, ini kata Bupati dan Wakil Bupati Siak
  • TP PKK Siak Siapkan Program Turunkan Angka Stunting
  • Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke 75, Polres Siak Gelar Donor Darah
  • Paripurna DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Perlindungan Masyarakat dari Dampak Covid-19
  • Laporan Reses Masa Sidang II Dan Laporan Banggar Tentang RPP APBD Kampar 2020
  • PJI Pelalawan: Tangkap Pelaku Pembunuh Wartawan
  • PJI Riau Desak Kapolri dan Kapoldasu Ungkap Pelaku Pembunuhan Jurnalis
  • TP PKK Kampar Sasar Desa Sei Lembu Kecamatan Tapung
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan