Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat ini tengah melakukan investigasi dugaan pembuangan spent bleaching earth (SBE) at...[read more] "> Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat ini tengah melakukan investigasi dugaan pembuangan spent bleaching earth (SBE) at" />
Jum'at, 24 09 2021
Follow Us:
Senin, 06 September 2021 - 08:46 WIB
Bupati Kampar Ucapkan Selamat Kepada Ratri
Senin, 06 September 2021 - 08:42 WIB
Gubri Lakukan Peninjauan ke Desa Koto Masjid
Senin, 06 September 2021 - 08:20 WIB
Wali Kota Pekanbaru: Hasil Evaluasi Sementara Kota Pekanbaru Turun ke Level 3
08:20 WIB - Sekda Siak Tinjau Serbuan Vaksinasi TNI - POLRI di RSUD Tengku Rafian Siak | 08:20 WIB - Lembaga Adat Kampung Tanjung Kuras Dikukuhkan | 08:20 WIB - Dukung Penumbuhan Usaha Mikro Baru, Tahun 2022 Pemkab Siak Anggarkan 6,4 Milyar | 08:20 WIB - DPRD Lampura Paripurna, Sahkan Anggaran Perubahan tahun 2021 | 08:20 WIB - Diduga DD Desa Tulung Balak Bermasalah, Pihak Terkait Diminta Lakukan Pemeriksaan | 08:20 WIB - Pemkab Lampura Mendapat Bantuan Satu Unit Mobil Dari CSR Bank Syariah Kota Bumi
/ Dumai / KLHK Investigasi Limbah B3 PT Kawasan Industri Dumai /
KLHK Investigasi Limbah B3 PT Kawasan Industri Dumai
Jumat, 27 Agustus 2021 - 09:41:53 WIB

DUMAI (Bidikonline) - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat ini tengah melakukan investigasi dugaan pembuangan spent bleaching earth (SBE) atau limbah padat yang dihasilkan dari industri pemurnian minyak goreng milik PT Kawasan Industri Dumai (KID).

Diduga SBE tersebut mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Kasus tersebut muncul ketika masyarakat melaporkannya ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah, belum lama ini.

PT KID merupakan perusahaan yang bernaung di bawah Wilmar Group Dumai Pelintung.

Selain ditangani KLHK, kasus yang melibatkan perusahaannya Wilmar Group di Dumai saat ini juga tengah ditangani Polda Jawa Tengah.
 
Kepala Bidang Sampah dan Limbah B3 DLHK Dumai, Fachruddimas Junsyahputera didampingi Kasinya, Sri Ramadhani di ruang kerjanya, membenarkan kejadian itu.

Dijelaskan Dimas sapaan akrabnya, DLHK Dumai sudah dimintai keterangan oleh KLHK dan Polda Jawa Tengah.

KLHK minta bukti bukti pengawasan DLHK Dumai terkait pengangkutan SBE milik PT KID Dumai yang diduga mengandung limbah B3 dan semua data yang diminta baik KLHK dan Polda Jawa Tengah sudah diserahkan.

Termasuk data kontrak antara KID dengan transportir PT Banteng Muda Trans dan pemanfaat PT Farras Putra Abbrar, yang diangkut menggunakan Kapal Citra Maritim.

"Saat ini kami masih menunggu hasil investigasi KLHK," katanya.

Dimas mengaku, selama ini pihaknya tidak mengetahui kemana KID membawa SBE.

Pihaknya kata Dimas, hanya menerima dokumen kontrak antara KID dengan pihak transportir yaitu PT Banteng Muda Trans dan pemanfaat  PT Farras Putra Abbrar, yang diangkut menggunakan Kapal Citra Maritim.

DLHK Dumai selaku pengawas di daerah sudah melakukan verifikasi terhadap seluruh data yang masuk baik dari transportir dan pemanfaat serta kapal pengangkut. Hasil verifikasi, datanya memenuhi syarat artinya tidak masalah.

"Kami tidak ingin berspekulasi siapa yang salah, yang pasti kami menjalankan tugas sesuai tupoksi kami, Terkait kemana transportir membawa limbah tersebut tidak wewenang kami lagi. Kasus ini sudah ditangani KLHK dan Polda Jawa Tengah, kami menghormati prosesnya, jika diperlukan untuk memberikan keterangan lagi, kami siap,"tegasnya.

Ia juga mengaku sudah berkoordinasi dengan KID agar ikut memperhatikan dan mengawasi pembuangan SBE.

"Kami juga menyarankan agar KID berhati-hati dalam menunjuk rekanan, baik itu tansportir maupun pemanfaat limbah,"kata dia.

"Jangan hanya percaya terhadap company profilnya, pihak Wilmar harus lebih selektif kalau perlu diawasi hingga ke tempat pembuangan akhir agar limbahnya dikelola dengan baik dan benar sesuai perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,"ujarnya sembari mengingatkan.

Sebagai informasi tambahan, dikatakan Dimas lagi, SBE digolongkan sebagai limbah B3  karena mengandung gums dan kotoran serta sejumlah besar minyak.

"Maka dari itu SBE harus diekstraksi agar kandungan minyak kurang dari atau sama dengan 3 persen agar tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun,"tutupnya.(rlc)


Berita Lainnya :
  • Sekda Siak Tinjau Serbuan Vaksinasi TNI - POLRI di RSUD Tengku Rafian Siak
  • Lembaga Adat Kampung Tanjung Kuras Dikukuhkan
  • Dukung Penumbuhan Usaha Mikro Baru, Tahun 2022 Pemkab Siak Anggarkan 6,4 Milyar
  • DPRD Lampura Paripurna, Sahkan Anggaran Perubahan tahun 2021
  • Diduga DD Desa Tulung Balak Bermasalah, Pihak Terkait Diminta Lakukan Pemeriksaan
  • Pemkab Lampura Mendapat Bantuan Satu Unit Mobil Dari CSR Bank Syariah Kota Bumi
  • Ketua FPII Riau: Perusahaan Harus Bertanggung Jawab
  • Wabup Siak Hadiri Rakor serta peresmian Tim Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove Provinsi Riau
  • Indra Gunawan Resmi Pimpin DPRD Siak masa Jabatan 2019-2024, Ini Harapanya Kedepan
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan