Terjadi tindak penipuan terhadap Sumarni alias Mimi. Pengusaha Sembako di Kota Pekanbaru itu menderita kerugian hingga Rp3,7 miliar karen...[read more] "> Terjadi tindak penipuan terhadap Sumarni alias Mimi. Pengusaha Sembako di Kota Pekanbaru itu menderita kerugian hingga Rp3,7 miliar karen" />
Jum'at, 24 09 2021
Follow Us:
Senin, 06 September 2021 - 08:46 WIB
Bupati Kampar Ucapkan Selamat Kepada Ratri
Senin, 06 September 2021 - 08:42 WIB
Gubri Lakukan Peninjauan ke Desa Koto Masjid
Senin, 06 September 2021 - 08:20 WIB
Wali Kota Pekanbaru: Hasil Evaluasi Sementara Kota Pekanbaru Turun ke Level 3
08:20 WIB - Sekda Siak Tinjau Serbuan Vaksinasi TNI - POLRI di RSUD Tengku Rafian Siak | 08:20 WIB - Lembaga Adat Kampung Tanjung Kuras Dikukuhkan | 08:20 WIB - Dukung Penumbuhan Usaha Mikro Baru, Tahun 2022 Pemkab Siak Anggarkan 6,4 Milyar | 08:20 WIB - DPRD Lampura Paripurna, Sahkan Anggaran Perubahan tahun 2021 | 08:20 WIB - Diduga DD Desa Tulung Balak Bermasalah, Pihak Terkait Diminta Lakukan Pemeriksaan | 08:20 WIB - Pemkab Lampura Mendapat Bantuan Satu Unit Mobil Dari CSR Bank Syariah Kota Bumi
/ Hukum / Ditipu Karyawannya, Pengusaha Sembako di Pekanbaru Rugi Rp3,7 Miliar /
Ditipu Karyawannya, Pengusaha Sembako di Pekanbaru Rugi Rp3,7 Miliar
Kamis, 09 September 2021 - 16:57:58 WIB

PEKANBARU (Bidikonline)  - Terjadi tindak penipuan terhadap Sumarni alias Mimi. Pengusaha Sembako di Kota Pekanbaru itu menderita kerugian hingga Rp3,7 miliar karena ditipu karyawannya sendiri berinisial FT. Aksi kibul FT berlangsung dari Mei sampai Agustus 2021.

"Ini Kasus Penggelapan atau Penggelapan dalam jabatan, yang dijerat dengan Pasal 374 atau 378 KUHPidana. Korban atas nama Sumarni alias Mimi yang dirugikan sekitar Rp3,7 miliar. Terlapor, adalah karyawannya sendiri berinisial FT dan teman-temannya," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto saat Jumpa Pers di Mapolda Riau, Rabu (08/09/21).

Kabid Humas yang menggelar konferensi pers didampingi Direktur Ditreskrimsus Polda Riau Kombes Pol Teddy Ristiawan dan Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Riau Kompol Ernis Sitinjak mengungkapkan, kasus ini terkait barang-barang sembako milik UD Jaya Mandiri yang berlokasi di Jalan Dharma Bakti Kelurahan Labuh Baru Barat Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru.

"Dimana korban mulai mengetahui adanya kejahatan ini pada tanggal 19 Agustus 2021 lalu. Ketika Supir UD Jaya Mandiri memberitahukan kepada korban tentang kecurigaannya terhadap Sales mereka berinisial FT perihal adanya orderannya fiktif yang dibuat FT," papar Narto, panggilan akrabnya.

Ternyata, pada tanggal 23 Agustus 2021, FT memesan sembako lagi dari Gudang UD Jaya Mandiri atas Pemesanan dari pihak Toko berinisial Jo yang mengaku dari Kabupaten Siak. Setelah barang sembako dimuat, FT menyuruh supir untuk mengantarkan sembako tersebut ke gudang milik HD.

Pemesanan berlanjut, pada tanggal 24 Agustus 2021, FT kembali memesan sembako dari gudang UD Jaya Mandiri, juga atas pesanan dari Jo di Siak. Lalu, FT menyuruh supir untuk mengantarkan sembako tersebut ke gudang HD.

Curiga, suami korban, P Manurung, dan saudaranya, A Manurung, membuntuti mobil truk tersebut menuju gudang HD.

Ternyata Gudang itu bukan di Kabupaten Siak melainkan di Jalan Riau. Disitu, mereka mendapati beberapa orang sedang membongkar atau memindahkan barang sembako dari 3 (tiga) unit mobil pick up milik korban Sumarni ke dalam gudang milik HD.

Suami korban pun menyuruh para pekerja gudang untuk mengembalikan barang-barangnya yang telah dimasukkan ke dalam gudang tersebut ke dalam mobil dan membawa kembali barang-barang tersebut kembali ke gudang UD Jaya Mandiri.

FT mengaku, selama ini bekerja sama dengan HD untuk menjual barang-barang sembako milik UD Jaya Mandiri kepada HD dengan harga murah (dibawah harga modal, red) dan menyuruh supir UD Jaya Mandiri mengantarkan barang-barang sembako ke gudang HD, sesuai 46 faktur penjualan.

FT membuat faktur penjualan palsu agar pemilik UD Jaya Mandiri tidak mengetahui barang-barang sembako tersebut dijual kepada HD dengan harga murah.

Ternyata, FT malah tidak menyerahkan uang pembayaran barang-barang sembako sesuai 46 faktur penjualan sejumlah kurang lebih Rp3,4 Milyar kepada pemilik UD Jaya Mandiri. Ia malah menyuruh HD mengirimkan uang pembayaran barang-barang sembako itu ke rekening orang tuanya, berisinial NS.

FT mengaku, Ia menggunakan uang hasil pembayaran barang-barang sembako tersebut untuk keperluan pribadi dan keluarganya.

Hasil pemeriksaan, aksi ini ternyata sudah berlangsung sejak bulan Mei 2021 dimana HD, si Pemilik Gudang Jalan Riau ini lah yang mengajak FT untuk bekerja sama menjualkan barang-barang sembako dari UD Jaya Mandiri kepada dirinya dengan harga murah dan membuat faktur barang fiktif dan akan dibayarkan secara bertahap kepada FT.

Setelah disepakati kerja sama tersebut, FT memesan/order barang-barang sembako kepada korban untuk diantarkan ke bebarapa toko yang berada di Kabupaten Siak dan Pelalawan.

Kemudian, FT menyuruh supir mengantarkan barang-barang sembako tersebut ke gudang milik HD di Jalan Riau Ujung Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru.

Setelah menerima barang-barang tersebut, HD menyuruh FT untuk membuat faktur penjualan fiktif agar tidak diketahui oleh pemilik UD Jaya Mandiri bahwa barang sembako tersebut dijual kepada HD dengan harga murah.

Diketahui, sejak bulan Mei 2021 hingga 24 Agustus 2021, FT telah membuat orderan fiktif sesuai 76 faktur penjualan agar dapat membawa barang-barang sembako dari gudang UD Jaya Mandiri. Lalu, menyuruh supir mengantarkannya ke gudang HD di Jalan Riau.

Untuk sebanyak 46 faktur pembelian tersebut, HD telah mengirimkan uang secara bertahap ke rekening NS, orang tua FT, yang totalnya kurang lebih sejumlah Rp1,4 Milyar selama periode 01 Juni 2021 sampai dengan 01 Agustus 2021.

Namun, FT tidak menyerahkan uang tersebut kepada korban baik untuk pembayaran barang sembako sesuai 76 faktur penjualan.

"Barang Bukti yang kita amankan antara lain: Rekening Koran Bank BRI atas nama NS, Ibu FT. 76 Faktur Penjualan, 1 (Satu) unit Handphone Merk VIVO, 2 (Dua) unit Handphone Merk OPPO, 2 (Dua) buah cincin emas dan 1 (Satu) buah gelang emas," ujar Sunarto mengakhiri konferensi persnya.(rtc)


Berita Lainnya :
  • Sekda Siak Tinjau Serbuan Vaksinasi TNI - POLRI di RSUD Tengku Rafian Siak
  • Lembaga Adat Kampung Tanjung Kuras Dikukuhkan
  • Dukung Penumbuhan Usaha Mikro Baru, Tahun 2022 Pemkab Siak Anggarkan 6,4 Milyar
  • DPRD Lampura Paripurna, Sahkan Anggaran Perubahan tahun 2021
  • Diduga DD Desa Tulung Balak Bermasalah, Pihak Terkait Diminta Lakukan Pemeriksaan
  • Pemkab Lampura Mendapat Bantuan Satu Unit Mobil Dari CSR Bank Syariah Kota Bumi
  • Ketua FPII Riau: Perusahaan Harus Bertanggung Jawab
  • Wabup Siak Hadiri Rakor serta peresmian Tim Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove Provinsi Riau
  • Indra Gunawan Resmi Pimpin DPRD Siak masa Jabatan 2019-2024, Ini Harapanya Kedepan
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan