Sarbini, tersangka kasus racun maut yang merenggut nyawa adik iparnya di Klaten, Jawa Tengah, Hani Dwi Susanti (30), ternyata tidak hanya...[read more] "> Sarbini, tersangka kasus racun maut yang merenggut nyawa adik iparnya di Klaten, Jawa Tengah, Hani Dwi Susanti (30), ternyata tidak hanya" />
Rabu, 01 Desember 2021
Follow Us:
17:39 WIB - Gubri Sampaikan Pesan dengan Pantun | 17:39 WIB - Wagubri Sebut Tiga Isu Dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Riau | 17:39 WIB - Sekdaprov Minta Bujang Dara Gencarkan Promosi Daerah Lewat Digital | 17:39 WIB - PKK Komitmen Wujudkan Indonesia Maju Melalui Gernas Keluarga Pelopor Perubahan | 17:39 WIB - Gubernur Minta Proses Pemilihan Calon Ketum KONI Riau, Jalankan Sesuai Aturan | 17:39 WIB - Sekdaprov Riau Hadiri Penutupan Kenduri Riau dan Malam Puncak Pemilihan Bujang Dara 2021
/ Hukum / Kejam! Kakak Ipar Penebar Racun Maut Sempat Melayat Korban /
Kejam! Kakak Ipar Penebar Racun Maut Sempat Melayat Korban
Rabu, 03 November 2021 - 16:02:10 WIB

BIDIKONLINE - Sarbini, tersangka kasus racun maut yang merenggut nyawa adik iparnya di Klaten, Jawa Tengah, Hani Dwi Susanti (30), ternyata tidak hanya meracuni. Pelaku bahkan melayat ke rumah korban.

''Pada hari Senin tanggal 1 November sekitar pukul 11.00 WIB pelaku pulang mencari kayu. Pelaku sempat melayat korban," papar Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo pada wartawan di Mapolres Klaten, Rabu (3/11/2021).

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Guruh Bagus Eddy Suryana menambahkan aksi melayat pelaku diduga sebagai alibi. Tujuannya agar polisi tidak bisa mengungkap.

"Mungkin yang bersangkutan mengira kita dari kepolisian tidak bisa mengungkap kasus itu," terang Guruh.

Tersangka, sebut Guruh, Sarbini melayat korban bahkan mengantar jenazah korban sampai pemakaman hingga dini hari. Setelah itu, tersangka baru melarikan diri dan ditangkap di Wonogiri.

"Betul melayat sampai pemakaman selesai, setelah itu meninggalkan tempat. Kita tangkap saat di Wonogiri," lanjut Guruh.

Dari pemeriksaan sementara, sebut Guruh, Sarbini hanya pelaku tunggal dalam aksi tersebut. Tapi demikian penyelidikan polisi hingga saat ini masih terus dilakukan.

"Sementara saat ini pelaku hanya tunggal. Yang bersangkutan ini (tersangka) sudah pisah dengan anak istrinya," pungkas Guruh.

Sebelumnya diberitakan, Hani Dwi Susanti (30) warga Dusun Panggang Welut, Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Klaten, Jawa Tengah, tewas setelah minum air yang telah dicampuri racun dari kulkas rumahnya.

Pelaku yang mencampurkan racun adalah kakak iparnya sendiri, Sarbini yang memang memiliki hubungan kekeluargaan kurang baik dengan korban maupun suami korban.

Pelaku ditangkap saat berada di rumah teman di Eromoko, Wonogiri pada Selasa (2/11) dini hari. (detik.com)




Berita Lainnya :
  • Gubri Sampaikan Pesan dengan Pantun
  • Wagubri Sebut Tiga Isu Dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Riau
  • Sekdaprov Minta Bujang Dara Gencarkan Promosi Daerah Lewat Digital
  • PKK Komitmen Wujudkan Indonesia Maju Melalui Gernas Keluarga Pelopor Perubahan
  • Gubernur Minta Proses Pemilihan Calon Ketum KONI Riau, Jalankan Sesuai Aturan
  • Sekdaprov Riau Hadiri Penutupan Kenduri Riau dan Malam Puncak Pemilihan Bujang Dara 2021
  • Bupati Bengkalis Serahkan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif
  • Bupati: Perlu Reformasi Birokrasi Untuk Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik dan Masyarakat Berkarakte
  • Bupati Kasmarni: Terima Kasih, Mari Dukung Pembangunan
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan