Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membebaskan dua polisi penembak Laskar FPI, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohore...[read more] "> Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membebaskan dua polisi penembak Laskar FPI, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohore" />
Selasa, 17 Mei 2022
Follow Us:
Selasa, 10 Mei 2022 - 17:09 WIB
Pemkab Siak Gelar Apel Perdana Setelah Libur Lebaran
Senin, 09 Mei 2022 - 13:55 WIB
Bupati Bengkalis Kasmarni Tinjau Pelayanan Publik
Senin, 09 Mei 2022 - 09:27 WIB
Ini Agenda Kegiatan Megawati di Seoul
09:27 WIB - KaKwarcab Siak Lantik pengurus Mabiran, Kwarran dan LPK di dua Kecamatan | 09:27 WIB - Gubri Panggil 6 BUMD, Terkait Laporan Kinerja Selama 2 Tahun | 09:27 WIB - Bupati Alfedri Apresiasi PT Alam Siak Lestari Raih Penghargaan Internasional | 09:27 WIB - Bupati Bengkalis Pimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional | 09:27 WIB - Bupati Bengkalis Ikuti Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara | 09:27 WIB - Kapolsek : Nanti Kita “Cross Check”
/ Nasional / Hakim Vonis Bebas 2 Polisi Penembak Laskar FPI: Mereka Terpaksa Bela Diri /
Hakim Vonis Bebas 2 Polisi Penembak Laskar FPI: Mereka Terpaksa Bela Diri
Jumat, 18 Maret 2022 - 13:20:14 WIB
Jakarta  (bidikonline) - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membebaskan dua polisi penembak Laskar FPI, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella. Hakim menilai perbuatan mereka dalam rangka pembelaan di situasi tertentu.

"Menyatakan perbuatan terdakwa Fikri Ramadhan dan M Yusmin melakukan tindak pidana dakwaan primer dalam rangka pembelaan terpaksa melampaui batas," kata hakim ketua Muhammad Arif Nuryanta saat membacakan vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Jumat (18/3/2022).

Menurut hakim, perbuatan Fikri dan Yusmin itu tidak bisa dijatuhi pidana. Sebab, mereka dalam rangka membela diri.

"Menyatakan tidak dapat dijatuhi pidana karena alasan pembenaran dan pemaaf," tegas hakim.

Karena itu, keduanya dibebaskan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa menuntut keduanya dipenjara selama 6 tahun.

"Melepaskan terdakwa dari segala tuntutan, memulihkan hak-hak terdakwa. Menetapkan barbuk 1-8 seluruhnya dikembalikan ke penuntut umum," ucap hakim.

Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan diyakini jaksa melanggar Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam perkara ini, Ipda M Yusmin Ohorella dan Briptu Fikri Ramadhan didakwa melakukan pembunuhan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian dalam kasus Km 50. Kedua polisi itu sebenarnya didakwa bersama seorang lagi, yaitu Ipda Elwira Priadi, tetapi yang bersangkutan meninggal dunia karena kecelakaan.(detik)


Berita Lainnya :
  • KaKwarcab Siak Lantik pengurus Mabiran, Kwarran dan LPK di dua Kecamatan
  • Gubri Panggil 6 BUMD, Terkait Laporan Kinerja Selama 2 Tahun
  • Bupati Alfedri Apresiasi PT Alam Siak Lestari Raih Penghargaan Internasional
  • Bupati Bengkalis Pimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional
  • Bupati Bengkalis Ikuti Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara
  • Kapolsek : Nanti Kita “Cross Check”
  • Jelang Pelantikan, SMSI Siak Audiens dengan Bupati Siak
  • Gubri: Tanaman Pangan Tidak Boleh Diabaikan
  • Gubri Harapkan MTQ Pekanbaru Berperan Dalam STQ Tingkat Provinsi Riau
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan