Seekor anak gajah bernama Damar yang berada di Unit Konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina ditemukan mati oleh petugas....[read more] "> Seekor anak gajah bernama Damar yang berada di Unit Konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina ditemukan mati oleh petugas." />
Senin, 30 Januari 2023
Follow Us:
15:33 WIB - Buka MTQ ke-18 Kelurahan Rejosari, Ini Pesan Camat Tenayan Raya | 15:33 WIB - Bupati Afrizal Sintong Resmikan SPAM di Bagan Punak Pesisir | 15:33 WIB - Bupati Wardan Kukuhkan Pengurus Forum RT RW se-Inhil | 15:33 WIB - Pj Bupati Panen Raya Sekaligus Penanaman Jagung Manis di Desa Pulau Birandang | 15:33 WIB - Bupati Rezita Lantik Karang Taruna 14 Kecamatan di Inhu | 15:33 WIB - Pemko Pekanbaru Akan Anggarkan Rp67 Miliar untuk Pilkada 2024
/ Kampar / Terkena Virus, Anak Gajah di Buluh Cina Ditemukan Mati /
Terkena Virus, Anak Gajah di Buluh Cina Ditemukan Mati
Rabu, 18 Januari 2023 - 16:02:49 WIB

TERKAIT:
   
 
 PEKANBARU ( BIDIKONLINE ) - Seekor anak gajah bernama Damar yang berada di Unit Konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina ditemukan mati oleh petugas.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S. Hasibuan mengatakan, gajah yang lahir di TWA Buluh Cina pada tanggal 3 Juli 2020 tersebut ditemukan petugas dalam keadaan tidak bergerak.

"Saat itu pelatih gajah hendak melakukan pengecekan dan memindahkan gajah ke hutan. Sampai di tempat ikatan, petugas melihat gajah Damar dalam posisi rebah (tidak bergerak). Dalam pikiran petugas bahwa gajah Damar masih tidur," kata Genman, Rabu (18/1/2023).

Namun setelah dipastikan oleh petugas tersebut, ternyata gajah Damar telah mati. Padahal sebelumnya petugas piket masih melihat gajah Damar kondisi baik dan tidak ada gejala yang mencurigakan terkena sakit.

Segera setelah menerima laporan tersebut, Tim medis Balai Besar KSDA Riau dipimpin melakukan nekropsi untuk mendiagnosa penyebab kematian gajah Damar.

"Sample berupa lidah, hati, limpa, lambung, ginjal, jantung, paru paru, dan cairan perikardium gajah hasil nekropsi dikirim ke laboratorium di Kota Bogor untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian gajah Damar," ungkapnya.

Pada tanggal 17 Januari 2023, uji laboratorium telah keluar dengan hasil gajah Damar jenis kelamin jantan berumur 2 tahun 4 bulan mati disebabkan Positif Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV).

"Jenis virus tersebut sangat susah diprediksi, gejalanya tidak terlihat jelas bila hanya melihat dari fisik gajah, namun dapat menyerang dengan cepat pada anakan gajah," ungkapnya. (CKP)


Berita Lainnya :
  • Buka MTQ ke-18 Kelurahan Rejosari, Ini Pesan Camat Tenayan Raya
  • Bupati Afrizal Sintong Resmikan SPAM di Bagan Punak Pesisir
  • Bupati Wardan Kukuhkan Pengurus Forum RT RW se-Inhil
  • Pj Bupati Panen Raya Sekaligus Penanaman Jagung Manis di Desa Pulau Birandang
  • Bupati Rezita Lantik Karang Taruna 14 Kecamatan di Inhu
  • Pemko Pekanbaru Akan Anggarkan Rp67 Miliar untuk Pilkada 2024
  • Bupati Afrizal Sintong Resmikan Rumah Sakit Awal Bros di Baganbatu Rohil
  • Bupati Siak Minta Perusahaan Proaktif Tanggulangi Bencana Banjir
  • Sepanjang 2022, DJP Riau Berhasil Kumpulkan Pajak Rp21,77 Triliun
  •  
    Komentar Anda :
       


    Galeri   + Index Galeri
    Memperingati Hari Jadi Rohul ke - 18, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa

    Home | Daerah | Nasional | Hukum | Politik | Olahraga | Entertainment | Foto | Galeri | Advertorial | Lintas Nusantara | Kepulauan Nias
    Pekanbaru | Siak | Pelalawan | Inhu | Bengkalis | Inhil | Kuansing | Rohil | Rohul | Meranti | Dumai | Kampar
    Profil | Redaksi | Index
    Pedoman Berita Siber

    Copyright © 2009-2016 bidikonline.com
    Membela Kepentingan Rakyat Demi Keadilan